CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

Sabtu, 25 Juli 2009

Fenomena Silat Kuntau & Selamatkan Silat Kuntau dari Kepunahan!

Fenomena Silat Kuntau 

Perjalanan hidup saya dari Pulau Jawa ke pulau Sumatera, tak mengubah minat saya terhadap Silat sebagai olahraga yang menyenangkan. Bukan pendekar, namun setidaknya dengan silat dapat lebih memaksimalkan vitalitas dan kesehatan. Apalagi silat dalam kajian saya merupakan warisan nenek moyang yang sebenarnya didalamnya mengandung norma- norma luhur atau pendidikan budi pekerti Luhur.

Tahun 1991, dari Jawa Timur sampailah saya di Sumatera, tepatnya di Belitang- OKU. Dan disinilah saya mulai mendengar tentang Silat Tradisional Kuntau, selintas saya teringat dengan Kuntao nya Barongsai.. mungkin ada keterkaitan riwayat, tapi saya belum menelusurinya.

Silat Kuntau saya pahami sebagai silat tradisional yang diklaim masyarakat wilayah Lampung, Palembang, Ogan, Semendo dan Komering dan sekitarnya sebagai silat asli mereka.

Silat sebagai salah satu minat saya, maka informasi silat Kuntau pun segera saya cari, namun kecewa.. Beberapa informasi dari kawan- kawan tak lebih dari seperti ini: Kakek saya.. paman.. ayah.. yang tahu pasti tentang Kuntau, dulu mereka latihan di hutan pada malam hari.. saya belum tahu.. saya belum di kasih.. itu nggak sembarangan, hanya diturunkan kepada keturunan yang dipilih.

Dan narasumber informasi yang kutanya, cucu sang pendekar Kuntau adalah justru anggota silat beladiri modern, karate dan sejenisnya.. dan mengatakan tidak berminat untuk meneruskan ajaran kakeknya.. dengan alasan ribet atau tidak diajarkan!😐

Sampai pada tahun 2001 saya baru kesampaian melihat gerak silat Kuntau, seorang pemuda dari Komering tidak keberatan menunjukkan kebolehan mengatraksikan jurus- jurus dan tehnik beladiri Kuntau, sangat ringkas dan praktis! Terdapat 12 jurus/ tehnik yang digabungkan dalam satu pencak yang disebut sebagai tari!

Selamatkan Silat Kuntau dari Kepunahan! 

Seorang pemuda Komering setelah beberapa saat setelah berkenalan dan berdialog pun pada akhirnya menunjukkan satu rangkaian jurus kuntau yang disebut sebagai tari, ringkas dan praktis! Namun sekali lagi.. keberatan ketika diminta memberikan panduan/ pengenalan kepada beberapa siswa saya. Kebetulan saat itu seorang siswa Sanggar hadir dan menyaksikan demo tsb.

“Saya terikat perjanjian dengan Guru saya, jadi tidak bisa mengajarkan. Namun demi persahabatan saya bersedia mempraktekkan beberapa tehnik dengan murid mas, bahkan mengundang mas untuk bertemu dengan Guru.. ” jelasnya.

Undangan tinggal undangan saja, beberapa bulan kemudian tak lagi tampak pemuda itu, entah kemana.

Yang tampak kemudian adalah fenomena yang terdahulu, para pemuda yang mengagungkan silat leluhur mereka, namun mereka tidak pernah tahu pasti, hanya eyang, ayah dan paman- paman mereka yang diceritakan: berlatih dihutan pada malam hari secara rahasia.

Bahkan beberapa diantara mereka ada yang “besar kelakar”.. caknyo bae: seolah mereka adalah pendekar kuntau.


Saya merupakan salah satu dari banyak pecinta budaya luhur di negeri ini, dan mengelola kecintaan saya dalam sebuah perkumpulan budaya Sanggar Silaturahmi Pangastuti di Sumatera Selatan. Dengan itikad positif, jika anda seorang pendekar atau pecinta silat Kuntau, dengan senang hati dan berterimakasih apabila memberikan informasi kepada kami untuk lestarinya Silat Tradisional Kuntau. Selamatkan Silat Kuntau dari Kepunahan!

Sumber : https://silaturahmi.wordpress.com/

Rabu, 08 April 2009

Perguruan Pencak Silat Bela diri tangan kosong Merpati Putih (PPS Betako Merpati Putih)

Logo Perguruan
Sejarah MP

Sejarah MP. Merpati putih (MP) merupakan warisan budaya peninggalan nenek moyang Indonesia yang pada awalnya merupakan ilmu keluarga Keraton yang diwariskan secara turun-temurun yang pada akhirnya atas wasiat Sang Guru ilmu Merpati Putih diperkenankan dan disebarluaskan dengan maksud untuk ditumbuhkembangkan agar berguna bagi negara.

Awalnya aliran ini dimiliki oleh Sampeyan Dalem Inkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pangeran Prabu Mangkurat Ingkang Jumeneng Ing Kartosuro kemudian ke BPH Adiwidjojo (Grat I). Lalu setelah Grat ke tiga, R. Ay. Djojoredjoso ilmu yang diturunkan dipecah menurut spesialisasinya sendiri-sendiri, seni beladiri ini mempunyai dua saudara lainnya. yaitu bergelar Gagak Samudro dan Gagak Seto. Gagak Samudro diwariskan ilmu pengobatan, sedangkan Gagak Seto ilmu sastra. Dan untuk seni beladiri diturunkan kepada Gagak Handoko (Grat IV). Dari Gagak Handoko inilah akhirnya turun temurun ke Mas Saring lalu Mas Poeng dan Mas Budi menjadi PPS Betako Merpati Putih. Hingga kini, kedua saudara seperguruan lainnya tersebut tidak pernah diketahui keberadaan ilmunya dan masih tetap dicari hingga saat ini ditiap daerah di tanah air guna menyatukannya kembali.

Pada awalnya ilmu beladiri Pencak Silat ini hanya khusus diajarkan kepada Komando Pasukan Khusus ditiap kesatuan ABRI dan Polisi serta Pasukan Pengawalan Kepresidenan (Paspampres).

Didirikan pada tanggal 2 April 1963 di Yogyakarta, mempunyai kurang lebih 85 cabang dalam negeri dan 4 cabang luar negeri dengan jumlah kolat (kelompok latihan) sebanyak 415 buah (menurut data tahun 1993) yang tersebar di seluruh Nusantara dan saat ini mempunyai anggota sebanyak kurang lebih dua setengah juta orang lulusan serta yang masih aktif sekitar 100 ribu orang dan tersebar di seluruh Indonesia.

Sang Guru Merpati Putih adalah Bapak Saring Hadi Poernomo, sedangkan pendiri Perguruan dan Guru Besar sekaligus pewaris ilmu adalah Purwoto Hadi Purnomo (Mas Poeng) dan Budi Santoso Hadi Purnomo (Mas Budi) sebagai Guru Besar terakhir yaitu generasi ke sebelas (Grat XI).

PPS Betako Merpati Putih berasal dari seni beladiri keraton. Termasuk diantaranya adalah Pangeran Diponegoro.

Berikut Silsilah Turunan aliran PPS Betako Merpati Putih:
BPH ADIWIDJOJO: Grat-I
PH SINGOSARI: Grat-II
R Ay DJOJOREDJOSO: Grat-III
GAGAK HANDOKO: Grat-IV
RM REKSO WIDJOJO: Grat-V
R BONGSO DJOJO: Grat-VI
DJO PREMONO: Grat-VII
RM WONGSO DJOJO: Grat-VIII
KROMO MENGGOLO: Grat-IX
SARING HADI POERNOMO: Grat-X
POERWOTO HADI POERNOMO dan BUDI SANTOSO HADI POERNOMO: Grat-XI

Pewaris muda: NEHEMIA BUDI SETIAWAN (putra Mas Budi) dan AMOS PRIONO TRI NUGROHO (putra Mas Poeng)

Amanat Sang Guru, seorang Anggota Merpati putih haruslah mengemban amanat Sang Guru yaitu :
Memiliki rasa jujur dan welas asih
Percaya pada diri sendiri
Keserasian dan keselarasan dalam penampilan sehari-hari
Menghayati dan mengamalkan sikap itu agar menimbulkan Ketaqwaan kepada Tuhan.

Filosofi MP

Filosofi MP. Merpati Putih itu sendiri adalah suatu singkatan dalam bahasa Jawa, yaitu:
Mersudi Patitising Tindak Pusakane Titising Hening yang dalam bahasa Indonesia berarti "Mencari sampai mendapat Kebenaran dengan Ketenangan" sehingga diharapkan seorang Anggota Merpati Putih akan menyelaraskan hati dan pikiran dalam segala tindakannya. Selain itu PPS Betako Merpati Putih mempunyai motto: "Sumbangsihku tak berharga, namun Keikhlasanku nyata".

Anggota yang sudah diakui penuh, disumpah melalui janji Anggota. Disitulah perguruan mulai menanamkan sesuatu yang harus dilaksanakan anggota yaitu :

1. Kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Kepada negara dan bangsa sebagai perwujudan alam seisinya.
3. Kepada perguruan sebagai wadah penggaliannya.

Anggota yang masih bersabuk putih merupakan ujian semakin dijiwainya gerak dalam berlatih pencak silat dan olah napas. Maka akan muncul semangat dari anggota bersabuk putih untuk mendapat pengakuan dari Keluarga Besar Perguruan Pencak Silat Merpati Putih.

Lambang & Tingkatan MP

Lambang MP  
Arti Lambang PPS Betako Merpati Putih
1. Bentuk segi lima, PPS Betako Merpati Putih berasaskan Pancasila dan UUD 1945.
2. Garis segi lima berwarna merah, melammbangkan persatuan dan kesatuan seluruh Keluarga Besar PPS Betako Merpati Putih dalam mengembangkan dan melestarikan budaya bangsa.
3. Warna dasar biru, melambangkan sikap dan watak perdamaian sebagai pesilat, baik di tingkat lokal, regional, nasional, maupun internasional.
4. Tulisan Betako dan Merpati Putih Bermotif Aksara Jawa, melambangkan sumber ilmu Merpati Putih berasal dari tanah Jawa yang merupakan budaya asli bangsa indonesia.
5. Gambar tangan berwarna hitam (telapak tangan), melambangkan keteguhan hati bagi setiap anggota Merpati Putih.
6. Warna kuning melingkari tangan, melambangkan kejayaan dari ilmu Merpati Putih.
7. Burung merpati dengan kepala tunduk, melambangkan sikap dan watak anggota Merpati Putih, semakin memiliki ilmu semakin mencapai ketenangan lahir dan batin, seperti falsafah padi (semakin berisi semakin merunduk).
8. Pita berwarna merah bertuliskan Merpati Putih berwarna putih, melambangkan warna bendera Pusaka Merah Putih yang melambangkan keberanian dan kesucian.

Tingkatan MP dan Tingkat Warna Sabuk Merpati Putih. Ada dua belas tingkatan di dalam PPS Betako Merpati Putih ini. Tingkatan-tingkatan dalam PPS Betako Merpati Putih dimulai dengan:

Tingkat Dasar I, tingkatan pertama masih berstatus calon anggota, walaupun telah berseragam baju atau kaos berwarna putih, celana hitam, kerah baju merah dengan label nama diri di dada namun sabuk masih putih polos.
Tingkat Dasar II, tingkatan kedua dan seterusnya telah memakai seragam anggota tanpa nama diri dengan lambang IPSI dan lambang Merpati Putih di dada serta bersabuk merah polos.
Tingkat Balik I, sabuk merah (tanpa strip) dengan lambang Merpati Putih di salah satu ujungnya.
Tingkat Balik II, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip merah di salah satu ujungnya.
Tingkat Kombinasi I, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip jingga di salah satu ujungnya.
Tingkat Kombinasi II, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip kuning di salah satu ujungnya.
Tingkat Khusus I (Khusus Tangan), sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip hijau di salah satu ujungnya.
Tingkat Khusus II (Khusus Kaki), sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip biru di salah satu ujungnya.
Tingkat Khusus III (Khusus Badan), sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip nila di salah satu ujungnya.
Tingkat Penyegaran, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip ungu di salah satu ujungnya.
Tingkat Inti I, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip putih di salah satu ujungnya.
Tingkat Inti II, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip merah dan putih di salah satu ujungnya.

Para anggota berlatih paling tidak dua kali dalam seminggu di suatu Kelompok Latihan atau biasa disebut Kolat. Setiap kali latihan memakan waktu sekitar kurang-lebih dua jam. Pada tiap tahun, yaitu tepatnya setiap Tahun Baru 1 Suro atau 1 Muharam, seluruh anggota dari Sabang sampai Merauke diperbolehkan mengikuti dan berkumpul bersama-sama anggota lainnya di Yogyakarta, tepatnya di pantai Parang Kusumo untuk latihan bersama dari semua Tingkatan. Juga diadakan Napak Tilas di daerah Bukit Manoreh. Acara ini sudah merupakan tradisi di dalam perguruan pencak silat ini yang berguna untuk mengetahui dan dapat bertukar pikiran antar anggota satu dengan anggota lainnya.


Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) pada tiap tingkatan dibedakan berdasarkan wilayah. Pada tingkat Dasar I hingga Balik II dilaksanakan di Cabang (Pengcab). Pada UKT Tingkat Kombinasi I menuju Kombinasi II dilaksanakan di Daerah (Pengda). Sedangkan UKT untuk tingkat Kombinasi 2 keatas dilaksanakan di Pusat (Parangkusumo, Yogyakarta) baik anggota dalam negeri maupun luar negeri. sumber : http://mppalembang.blogspot.co.id/

Tempat Pelatihan :
Perguruan Pencak Silat Betako Merpati Putih : Di Palembang PPS Betako Merpati Putih berlatih di beberapa tempat seperti di Komplek Pertamina Plaju dan Sungai Grong, sekolah alam palembang di bukit , Kolat PT. Semen Baturaja Kertapati, Kolat Kantor Satpol PP Kota Palembang, Kolat Basarnas Palembang.

UKM Merpati Putih Palcomtech
Jl. Basuki Rahmat Samping Hotel Aston Palembang
Minggu : Pagi Pkl 07.00 - 09.00


Video sumber youtube :

Minggu, 08 Maret 2009

Perguruan Silat Jaya Praja Cidomas


Perguruan Pencak Silat Jaya Praja Cidomas yang berdiri pada tahun 1991 di Palembang merupakan peleburan dari pencak silat Beksi/Bhesie ( merupakan salah satu murid terbaik dari abah ce'nung guru besar dari Perguruan Pencak Silat BEKSI "Belibis Putih" Silsilah Keilmuan BEKSI WASPADA ) dan TTKDH (Tjimande Tarikolot Kebon Djeruk Hilir) dimana keduanya merupakan perpaduan dari Pak Wartoyo yang sekarang merupakan guru besar dari Perguruan Pencak Silat Jaya Praja Cidomas, dimana suami dan istri merupakan kombinasi yang pas karena kedua-duanya merupakan pesilat.

Dengan gerakan-gerakan yang khas Beksi dan perpaduan kuda-kuda rendah dari Cimande perguruan ini sudah terdaftar di IPSI pada tahun 1996 dengan sekretariat di SD 244 Sungki, adapun jadwal latihan mereka adalah Minggu pagi, malam Kamis dan malam Sabtu dengan peserta latihan +/- 100 orang.

Seiring dengan perkembangan nya silat ini mulai membuka beberapa cabang seperti di SMK 1 (STM 1), SMK Bina Jaya dan SMP Ikhlasia. dengan metode pembinaan mental dan spiritual dalam perguruan ini memiliki beberapa tingkatan dan tiap tingkatan di uji setiap 6 bulan sekali.

Perguruan Pencak Silat Jaya Praja Cidomas : sekretariat di SD 244 Sungki,  SMK 1 (STM 1), SMK Bina Jaya dan SMP Ikhlasia.  jadwal latihan : Minggu pagi, malam Kamis dan malam Sabtu, Contak Person : Ahmad Zaini – Ketua Perguruan , Nikson – Waka Perguruan (Pelatih) 0819-29392923

Video Silat Jayapraja Cidomas :


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...