CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

Sabtu, 15 Desember 2012

Silat "harimau kumbang" Kerinci belum punah

Silat
Ilustrasi - Atlet pencak silat sedang berlatih (FOTO Antarasumsel.com/Feny Selly)

 "....Kami bersyukur jurus silat yang semasa perang perlawanan terhadap penjajahan Belanda pada 1903 di Kerinci dipimpin Depati Parbo, itu adalah salah satu ilmu beladiri lokal yang paling ditakuti Belanda.... "

Jambi (ANTARA Sumsel) - Petugas pendataan seni budaya tradisional dari Taman Budaya Jambi mengungkapkan bahwa silat tradisional Harimau Kumbang asal Kerinci masih ada dan belum punah karena diwariskan kepada generasi muda.

"Kami bersyukur jurus silat yang semasa perang perlawanan terhadap penjajahan Belanda pada 1903 di Kerinci dipimpin Depati Parbo, itu adalah salah satu ilmu beladiri lokal yang paling ditakuti Belanda ternyata keberadaannya masih ada," kata budayawan yang bertindak petugas pendataan Taman Budaya Jambi, Azhar MJ, di Jambi, Selasa.

Dikatakan Azhar, karena gentar dan kuatirnya Belanda akan ilmu Harimau Kumbang ini, berikutnya ketika perlawanan Depati Parbo dan rakyat Kerinci berhasil dipadamkan, dan Depati Parbo ditipu dengan ajakan perundingan namun akhirnya ditangkap dan selanjutnya di buang ke Ternate ilmu silat tradisional itu dimusnahkan Belanda.

Oleh Belanda silat ini dilarang sepenuhnya untuk dipelajari atau diwariskan, para pendekarnya diburu, ditangkap, dipenjarakan, dihukum mati dan dibuang atau diasingkan, hingga akhirnya keberadaan silat ini benar-benar menghilang dari kehidupan masyarakat setempat.

"Untuk diketahui perlawanan Depati Parbo dan rakyat Kerinci berhasil dipadamkan setelah Belanda menambah pasukannya dari Sumbar dan Jawa Tengah dimana di kedua daerah itu perlawanan Tuanku Imam Bonjol dan Pangeran Diponegoro sudah terlebih dahulu berhasil mereka padamkan dengan cara yang sama liciknya, yakni perundingan," ungkap Azhar.

Semenjak pascaperlawanan itu lah ilmu silat tradisional itu tidak pernah lagi terdengar pernah ada, namun ternyata kini keberadaannya masih ditemukan di desa asal silat tersebut yakni di desa Jujun kecamatan Keliling Danau kabupaten Kerinci.

Menurut Azhar, ilmu silat Harimau Kumbang ini, tidak hanya berupa ilmu olah kanuragan berupa jurus-jurus silat, namun juga terdiri dari beberapa unsur lainnya yang melengkapi, seperti dua macam tarian dan pencak, dua macam atraksi tontonan, tiga macam mantra dan ilmu kebathinan, serta yang utama tiga macam jurus silat.

"Ke semua macam ilmu tersebut ternyata hingga saat ini masih ada di desa Jujun itu, namun sayangnya sang pewaris seni silat tradisi dari tokoh Datuk Panglima Kumbang yang pada masanya dulu sangat disegani kawan dan dan ditakuti Belanda tersebut usianya sudah sangat uzur," kata Azhar.

Bahkan, tambahnya, oleh keluarganya beliau masih diminta untuk merahasiakan ilmu turunan dan titisan tersebut, beliau masih terus dilarang untuk menceritakan, memperagakan apalagi mengajarkan ilmu pusaka yang sangat disakralkan tersebut.

"Namun setidaknya, kabar masih adanya tradisi ini sudah cukup menyenangkan, karena ini menjadi bukti tingginya peradaban masyarakat Kerinci di masa lampau, tidak saja pada masa purba Megalitikum, tapi juga pada masa perlawanan terhadap penjajah Belanda. Kedepannya kita akan berupaya dan usahakan untuk dapat mendokumentasikan baik secara visual maupun audio dan tekstual khasanah ini," katanya. (ANT) 

Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2012

Selasa, 20 November 2012

Anggaran pembangunan padepokan pecak silat ditunda

Anggaran pembangunan padepokan pecak silat ditunda
Sejumlah atlet PON dan Pepernas menerima bonus pada malam apresiasi dan anugerah atlet Sumsel di Dining hall wisma atlet Jakabaring Palembang, Senin (12/11). (FOTO Antarasumsel.com/Feny Selly)

Palembang  (ANTARA Sumsel) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menunda untuk menganggarkan dana pembangunan padepokan pencak silat di kawasan Jakabaring, Palembang sebesar Rp3 miliar pada tahun 2013.


Ketua DPRD Sumsel Wasista Bambang Utoyo menyampaikan hal itu terkait dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2013 di Palembang, Kamis.



Menurut dia, ditundanya penganggaran padepokan pencak silat tersebut, karena menimbulkan persoalan yang pertama sesuai dengan anggaran harus ada hibah dari pemerintah kabupaten ke provinsi jangan sampai saat dibangun di tanah bermasalah, namun itu belum bisa dipastikan, untuk itu diundur.



Kemudian yang kedua masalah ini nantinya akan menimbulkan kecemburuan pada pengurus cabang olahraga lainnya, kata dia.



Ia mengatakan, ke depan persoalan tersebut harus dirapatkan kesemua bidang sejenis guna menyatukan pendapat, dan diharapkan di KONI Sumsel diputuskan, setelah itu baru dibuat anggarannya.



Ia menuturkan, anggaran pembangunan padepokan pencak silat sebesar Rp3 miliar itu ditunda dan dana ini tetap di Komisi V DPRD, tetapi dialihkan ke Dinas Pendidikan.



Jadi, anggarannya tetap di komisi V, tetapi dialihkan ke Dinas Pendidikan, karena kemarin banyak dipotong, makanya dikembalikan ke sana lagi, ujarnya.



Sementara Sekretaris Komisi V DPRD Sumsel, Anita Noeringhati menyatakan, pembangunan padepokan pencak silat Rp3 miliar tahun 2013 ditunda penganggarannya, karena berbagai pertimbangan.



"Informasinya tanah dihibahkan dari Kabupaten Ogan Komering Ilir ke Provinsi Sumsel, namun prosedur hibah belum, kita anggap kalau tanah dihibahkan ke provinsi segala pengurusan menjadi tanggungjawab provinsi, apalagi kita mau membangun di atas tanah itu, artinya status tanah harus jelas," tuturnya.



"Akan tetapi, di dalam rapat tidak bisa ditunjukkan akte hibah dan dasar hukum yang harus dilalui, kami dari badan anggaran sepakat untuk menunda penganggarannya, dan ini dialokasikan ke Dinas Pendidikan," jelasnya. (susi) 

Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2012

Kamis, 15 November 2012

Dua pendekar Sumsel dipanggil Pelatnas


Dua pendekar Sumsel dipanggil Pelatnas
Sindonews.com - Dua pesilat andalan Sumatera Selatan, yakni Denny Aprisani dan Ryan Sazali dipanggil Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) untuk menjalani Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) guna persiapan membela nama Indonesia di dua turnamen yang berbeda.

Denny akan menjalani Pelatnas dalam rangka menghadapi Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) se-ASEAN yang akan dilaksanakan Desember 2012, di Laos. Sementara Ryan Sazali akan mengikuti Seleksi Nasional (Seleknas) tim Prima SEA Games yang akan berlangsung di Myanmar 2013 mendatang.

Pelatih silat Sumsel, Darmayanti mengatakan keduanya akan sama-sama berangkat menuju Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia yang menjadi tempat pemusatan latihan bagi seluruh atlet silat Indonesia sebelum menghadapi kompetisi dalam membela Merah Putih.  ''Untuk Denny akan berangkat lebih awal yakni 16 November, karena dia akan bertanding Desember. Sementara, Ryan baru akan menyusul pada 24 November,” katanya.

Seperti diketahui, meskipun Denny hanya mampu menyumbang medali perunggu bagi Sumsel, pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII 2012 di Riau, September lalu. Akan tetapi, hasil itu bukanlah sebagai barometer bagi dirinya untuk memperkuat Indonesia di POM ASEAN mendatang.

''Sebenarnya POM ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang sebelumnya harus mengikuti POMNAS di Batam. Namun, karena dirinya (Denny-red) pada saat itu, sedang mengikuti pemusatan latihan menghadapi SEA Games, maka harus absen," paparnya.

Akan tetapi, Darmayanti melanjutkan, karena Denny telah berhasil merebut medali perunggu untuk Indonesia pada SEA Games di Palembang 2011 lalu. Maka, dirinya tanpa melalui seleksi di ajang POMNAS dapat langsung dipanggil untuk kembali memperkuat Merah Putih di ajang POM ASEAN.

Dirinya berharap, Denny dapat kembali berada di puncak peak performance nya, lantaran kekalahannya di Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (POMDA) V kemarin dikarenakan faktor kelelahan. Sebab, pasca SEA Games, mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) ini harus mengikuti pemusatan latihan PON yang berakhir hingga September. Kemudian, pada 30 September harus kembali melakukan persiapan Pomda.

"Kekalahannya kemarin disebabkan faktor kelelahan. Jadi, mudah-mudahan di ajang POM ASEAN nanti dapat kembali stabil dan meraih prestasi terbaiknya.," imbuhnya.

Begitu juga dengan perjalanan prestasi Ryan Sazali, di kelas D 60-65 kg yang pernah meraih medali emas di Kejurnas 2010, emas Pomnas 2011, perunggu POM ASEAN di Thailand. Mengingat pemanggilan ini bukan hanya pemanggilan dari prestasi di satu event. "Yang dilihat adalah track record selama menjadi atlet dan memang, untuk saat ini mereka berdua masih menjadi yang terbaik di Sumsel," pungkasnya. (aww

Sumber : http://sports.sindonews.com/

Rabu, 14 November 2012

Perguruan Silat Fisabillilah (PSFI)



Awal mulanya berdiri Perguruan Silat Fisabilillah Indonesia yang disingkat (PSFI) pada tanggal 10 Mei 1995 bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijjah 1415 H, di Kecamatan Tanjung Enim Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan, diturunkan oleh Almarhum syech K.H. Yassin yang berasal dari Kabupaten Indramayu Jawa Barat, nama Perguruan
http://pencaksilat-fisabilillah.blogspot.co.id/
Fisabilillah memang sama dengan nama Perguruan semasa beliau masih hidup dan sekarang beliau turunkan kepada cucunya (ayahanda) Usman Gumanti. FSI, beliau adalah murid tunggalnya selain H. Abdul Rosyid (Ponakan dari Syech K.H. Yassin), juga H. Abdul Rosyid mempunyai murid, 1. A.Siddik, 2. Ki. Penampon, 3. Hj. Masroh, mereka bertiga menurunkan Ilmu Fisabilillah keseluruh tanah air Indonesia dengan masing masing mendirikan nama Perguruan yang berbeda beda diteruskan oleh murid murid mereka dengan nama yang bermacam macam yang kurang menekankan ajaran Islam.


http://pencaksilat-fisabilillah.blogspot.co.id/
Perguruan Silat Fisabilillah adalah Perguruan Beladiri bernafaskan ajaran Islam yang menekankan kepada seluruh anggotanya untuk meningkatkan Amal Ibadah dengan meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan kepada ALLAH Swt, serta menjauhi segala larangannya serta menyampaikan dan mengajak ( Dakwah ) untuk melakukan perbuatan yang baik, serta meninggalkan segala perbuatan yang buruk yang tidak diredhoi ALLAH SWT, sesuai dengan nama “ FISABILILLAH “ yang berarti ; Berjuang dijalan ALLAH, pesan sesepuh yang disampaikan kepada Cucunya Ayahanda Usman Gumanti FSI, untuk seluruh anggota Perguruan Fisabilillah. Ilmu Fisabilillah digali oleh sesepuh yakni Syech K.H. Yassin sewaktu beliau menjalankan rukun Islam kelima menunaikan Ibadah Haji di Kota suci Mekkah, beliau gali dari kitab suci Al Qur’an mengawali dengan Dua Kalimah Syahadat yang didalamnya mengandung unsur jurus kekuatan lahiriah dan pengobatan serta melumpuhkan dan menghancurkan kedhaliman.


Pertemuan antar pelatih PSFI se Sumsel http://pencaksilat-fisabilillah.blogspot.co.id/

Dua unsur yang diturunkannya yaitu :
11.  Unsur lahiriah yakni jurus silat berupa gerak phisik dari silat tradisionil jurus Cimande, jurus Cimacan, jurus Rajawali ( Cakra ) , jurus Gesitasi Utama ( Gerakan Silat Meditasi) dll dengan pernafasan jurus yang menimbulkan kekuatan system unsur Penyerangan dan unsur Pengobatan.
22.Unsur Batiniah yaitu keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt dengan meningkatkan amal Ibadah ( Sholat lima waktu ) dengan menjauhi segala larangannya, dengan keyakinan yang mantap dan kuat, dua unsur tersebut digabung menjadi satu menimbulkan suatu kekuatan yang ampuh untuk melumpuhkan kekuatan lawan dari jarak dekat maupun jarak jauh dan terhindarnya dari kekuatan ilmu hitam yang datang. 

http://pencaksilat-fisabilillah.blogspot.co.id/
MOTTO FISABILILLAH ( 5 B )
1.Ber-Iman
2.Ber-Taqwa
3.Ber-Saudara
4.Ber-Beladiri
5.Ber-Prestasi

MOLIMO ( 5 M )
1.Melawan orang tua dan Guru
2.Maksiat ( Zina dan Judi )
3.Mencuri ( Mengambil hak orang lain )
4.Mabuk ( Miras, Narkotika & Narkoba )

5.Munafik ( Berdusta, Ingkar, Berjanji tidak tepat )


Lokasi Latihan : 
Di SMK Bina Sriwijaya di JL Ryacudu seberang Universitas Kader Bangsa (UKB)
Setiap pagi Minggu Jam 08:00 sampai dengan selelsai.

di SMPN 7, SMPN 15 dan SMPN 30 sebagai kegiatan ekskul sekolah yang di ikuti oleh murid-murid SMP terkait dengan waktu latihan setiap hari Minggu jam 14:00 sampai dengan selesai.

sumber tulisan : http://fisabillilahpage.blogspot.co.id/

Video :

Rabu, 12 September 2012

Himpunan Seni Silat Indonesia (HIMSSI)


PERJALANAN PENCAK SILAT HIMSSI (HIMPUNAN SENI SILAT INDONESIA)

GAMBARAN UMUM ORGANISASI
HIMPUNAN SENI SILAT INDONSIA PERGURUAN PENCAK SILAT e-LANG SRIWIJAYA SAKTI (HIMSSI e-SA)

SEJARAH HIMSSI e-SA SECARA UMUM

            Bermula dari seorang pendekar silat  bernama Asmudin (46 Tahun) dengan nama kecil Teuku Abdul Mun’im Al Qudsi adalah seorang pendekar yang berguru kepada Sayyidina  Amin dan Teuku Muhammad Zein Al Qudsi keduanya adalah pendekar ahli Hikmah dan Bathiniah. Setelah usia dewasa Asmudin menamatkan Al Qur’an dan berbekal ilmu silat maka bergabunglah dengan perguruan Tapak Suci di kota Palembang dan diangkat sebagai pelatih pada tahun 1974 dibawah pimpinan Drs. Tochlon Abdur Ra’uf dan Pelatih Drs. Sahlanuddin serta pendekar  Tapak Suci masa itu bernama Ahmad Sjarif pada akhir tahun 1976 perguruan Tapak Suci  melaksanakan yang dinamakan gerakan komando Jihad. 
 
Pengurus Himssi Palembang  palembang.tribunnews.com
Namun yang namanya Asmudin tidak terlibat secara total dalam kegiatan komando Jihad tersebut. Bersama sahabat-sahabatnya antara lain Helmi Yoga, Mansyur Effendi, M. Akib, Fauzi Hamid, Purwadi, Abdul Manan, Men Satria, Abdul Kadir BSc, Lukman Hambali BA, Sahrul dan Asep Mulyana menghimpun diri menyikapi kejadian gerakan komando jihad tersebut sehingga terbetiklah khabar bahwa seluruh yang namanya di atas dinyatakan terlibat. Namun kepiawaian dari Helmi Yoga berusaha menentramkan kembali para pesilat tersebut untuk tetap pada koridor persilat. Maka Helmi Yoga  membawa dan memperkenalkan sekaligus seorang guru silat yang bernama pendekar Tubagus Nasuha.

Peserta didik Himssi sumber : palembang.tribunnews.com
Pada tahun 1977 Asmudin beserta sahabat-sahabatnya dan guru barunya yang bernama Pendekar Tubagus Nasuha yang berasal dari Ciomas Banten Jawa Barat keturunan Cirebon mendirikan organisasi silat yang bernama SIBELATIS (Silat Beladiri Praktis) dengan ketua Mursal Amir tempat latihan berada di lokasi Pabrik Ban Intirub Sungai Lais Palembang. Selama satu setengah tahun. Asmudin bersama sahabat-sahabatnya melatih dan berlatih pada perguruan Sibelatis tersebut maka terjadilah ketidak cocokan antara pengurus perguruan Sibelatis dengan para pelatih silat tersebut. Dalam pada itu Asmudin bersama sahabat-sahabatnya tetap berlatih dengan pendekar Tubagus Nasuha dengan lokasi latihan berpindah-pindah antara lain di Cerentang Kenten 8 Hilir SMP Negeri 4, Rumah sakit Ibnu Sina, Talang Gerunik Pelaju, SMOA. Sementara itu pusat lokasi latihan di Cerentang Kenten 8 Hilir bertempat pada lokasi rumah Sarwitak, Sumarak, dan Sumarno yang merupakan murid-murid dari Pendekar  Tubagus Nasuha terdahulu.

Setelah terjadi perbedaan pendapat yang sangat dalam sehingga tidak ada kesepakatan lagi dengan Mursal Amir (sebagai pimpinan perguruan) maka Asmudin beserta sahabat-sahabatnya bermusyawarah untuk keluar dari perguruan Sibelatis dan ingin mendirikan perguruan baru.

Pada bulan Agustus 1978 Asmudin beserta sahabat-sahabatnya mengadakan musyawarah dengan gurunya Pendekar Tubagus Nasuha maka disepakati didirikanlah sebuah perguruan pencak silat yang baru. Dengan tekad ingin melestarikan dan membudayakan pencak silat kepada generasi muda agar dapat dididik mental yang baik, kesatria, dan berakhlak mulia serta mencintai dan menjujung  tinggi pencak silat  sebagai warisan leluhur bangsa. Dalam musyawarah tersebut  di sepakatilah motto antara lain “ Bangsa yang tahu diri adalah bangsa yang menghargai pencak silat sebagai kebudayaan nenek moyangnya sendiri”. 

Pada motto yang lain   berbunyi : ”Generasi ksatria adalah generasi yang mencintai, melestarikan serta mengembangkan pencak silat sepanjang masa”. Kemudian ada juga motto yang berbunyi : ”Dengan iman dan akhlak aku menjadi kuat tanpa iman dan akhlak aku menjadi lemah”. Hal ini dimaksudkan perguruan HIMSSI yang akan didirikan mempunyai sendi-sendi yang kokoh  seperti generasi muda harus ksatria, mencintai, melestarikan da mengembangkan pencak silat dalam arti yang seluas-luasnya  yang berlandaskan akhlak yang baik.

sumber : palembang.tribunnews.com
           
 Pada tahun 1979 pada bulan Maret Asmudin beserta sahabat-sahabatnya dan gurunya Pendekar Tubagus Nasuha dengan mengambil tempat di kantor Sekretariat Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) tingkat I Sumatra Selatan Jalan Rajawali 8 Ilir Palembang mengadakan musyawarah dan mufakat dicapai pada tanggal 30 Maret 1979 didirikanlah Himpunan Seni Silat Indonesia (HIMSSI). Dengan  ketua umum Kolonel Yahya Bahar (Ketua LVRI Sumsel),    Drs. Sony Andar Soemasto (Kabid Keolahragaan Dep P dan K  Sumsel) sebagai ketua dan Drs. Badono Abdur Rahman (Staf. Bidang keolahragaan Dep P dan K Sumsel) sebagai Sekretaris umum serta Soemardi sebagai wakil sekretaris dan Abdul Kadir BA sebagai bendahara serta Lukman Hambali BA sebagai wakil bendahara. Sementara itu Asmudin beserta sahabat-sahabatnya sebagai pelatih-pelatih kepala.

            Setelah organisasi olah raga beladiri Himpunan Seni Silat Indonesia didirikan dan resmi terdaftar pada Ikatan Pencak Silat Indonesia Propinsi Sumatra Selatan maka pada bulan April 1979. Pada bulan April 1980 HIMSSI  menerima proyek Pelita untuk melaksanakan penataran olah raga pencak silat seluruh SMP dan SMA dalam Propinsi Sumatra Selatan. Pada awal kegiatan proyek tersebut di pusatkan di Kanwil P dan K Sumatra Selatan Jalan Kapten A. Riva’i Palembang. Pada bulan Juni 1980 sampai dengan Juni 1981 proyek tersebut selesai dilaksanakan sementara itu Asmudin mendapat dua lokasi penataran, pertama di Kabupaten Musi Banyu Asin tepatnya di Kandep  P dan K Sekayu dan tengah tahun kedua di Kabupaten Ogan Komering Ulu tepatnya di Kandep P dan K Baturaja.

            Sementara itu sahabat-sahabatnya antara lain Helmi Yoga di Kabupaten Lahat, Abdul Manan di Kabupaten Muara Enim, M. Akib di Kabupaten Bangka, Mansyur Effendi di Kabupaten Belitung, Men Satria di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Fauzi Hamid di Kabupaten Musirawas, Purwadi di Kodya Palembang bersama dengan Abdul Kadir dan Lukman Hambali. Untuk kawan-kawan seperti Sahrul dan Asep Mulyana mengundurkan diri  pada tahun 1979 sebelum HIMSSI didirikan.
Pada bulan Agustus 1981 dimulainya penataran olahraga pencak silat kepada Intelpam dan Brigade Mobil (Brimob) Polda Sumsel berlangsung selama 1 tahun, dalam pada itu Asmudin beserta sahabat-sahabatnya juga melaksanakan pendirian HIMSSI di tingkat-tingkat komisariat, ranting, dan cabang.

Pendirian HIMSSI diutamakan di sekolah-sekolah dalam wilayah Kodya Palembang. Asmudin mendirikan HIMSSI di aula kecamatan Ilir Timur II dengan jumlah anggota 135 orang dan SMP Negeri 8 Palembang dengan jumlah anggota 160 orang. Untuk asisten pelatih Asmudin mendidik pesilat yang bernama Usman dan Ali Sobri. Sahabat-sahabat Asmudin seperti Poerwadi mendirikan HIMSSI di Jl.Pendawa Komplek APDN, Helmi Yoga mendirikan HIMSSI di Jl. Sekojo Komplek Arhanud, M. Akib mendirikan HIMSSI di Halaman Kanwil P dan K Sumsel, Mansyur Efendi mendirikan HIMSSI di Mata Merah Sungai Lais Palembang, Fauzi Hamid mendirikan HIMSSI di Komplek PUSRI Palembang, Men Satria mendirikan HIMSSI di Bukit Besar Talang Gerunik, Abdul Manan mendirikan HIMSSI di Plaju Palembang. Masing-masing pelatih melaksanakan pembinaan dan pendidikan kaderisasi calon-calon pelatih sebagai kelengkapan kegiatan pencak silat HIMSSI. Pada bulan Desember 1981 Guru besar HIMSSI Pendekar Tubagus Nasuha mengangkat dan mengambil sumpah Asmudin sebagai Pendekar Muda HIMSSI yang lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut di Bukit Siguntang Mahameru Palembang.

Isi sumpah tersebut antara lain :

“Billaahi, Tallaahi, Wallaahi, Aku (Asmudin) bersumpah akan selalu patuh taat kepada Ayah Ibu dan Guru (Pendekar Tubagus Nasuha). Akan selalu menghormati sesama pelatih dan atau pendekar sepanjang yang di Ridhai Allah SWT. Akan selalu berlatih dan melatih dengan disiplin dan penuh tanggung jawab kepada perguruan. Akan selalu menyayangi dan membiina anggota HIMSSI  yang saya pimpin. Akan selalu mendirikan HIMSSI dan menjaga nama baik perguruan HIMSSI dimanapun aku berada”. Akhirnya,  dengan iman dan Akhlak aku menjadi kuat tanpa iman dan akhlak aku menjadi lemah. Laahaulawalaa quwwata illa billa hill a’liyil adzziim.
   
            Setelah pengambilan sumpah tersebut  maka Asmudin bersiap-siap hendak hijrah dan mengembangkan HIMSSI  pada daerah lain. Pada tanggal      26 Desember 1981 Asmudin hijrah ke Pekanbaru Propinsi Riau sebagai Tenaga Kerja Sukarela Indonesia (TKS - BUTSI A. XIII RIAU) yang di tempatkan di desa Talang Tujuh Buah Tangga sebagai desa Binaan dan desa Kuantan Tenang di kecamatan Pasir Penyu - Air Molek Kabupaten Indragiri Hulu.

1. Sabuk Putih
2. Sabuk Kuning Polos
3. Sabuk Kuning Peled
4. Sabuk Hijau Polos
5. Sabuk Hijau Peled
6. Sabuk Biru Polos
7. Sabuk Biru Pelatih Remaja (Memakai Baju Merah)
8. Sabuk Merah Pelatih Taruna (Memakai Baju Kuning)
9. Sabuk Hitam Pelatih Muda (Memakai Baju Putih)

Tempat latihan :
SMPN 15, SMP 19, SMPN 37, SMK Pembina, Sematang Borang, SDN 230, SDN 199, Iwari, SMPN 21, SMA PGRI 4, Alang-alang Lebar, dan GHP 3.

Sumber tulisan : https://plus.google.com/

Video :

Senin, 23 Juli 2012

Perguruan Silat Nasional (PERSINAS) ASAD


Perguruan Silat Nasional (PERSINAS) ASAD (Ampuh Sehat Aman Damai)
adalah suatu yayasan yang didirikan pada tanggal 30 April 1993 dengan Akte Nomor 430 Notaris J.L. Waworuntu, untuk waktu yang tidak terbatas.

Perguruan Silat Nasional ASAD berasaskan Pancasila dan UUD 1945 dan bermaksud menghimpun seluruh potensi bangsa yang memiliki persamaan cita-cita, wawasan dan tujuan dalam melestarikan budaya bangsa, khususnya ilmu seni bela diri pencak silat nasional yang bersumber pada aliran Silat Cimande, Kunto, Cikaret, Singa Mogok, Nagan, Cikalong, Syahbandar, Garuda Mas, Sabeni, dan Tangkap Menangkap (TM).
 
PERSINAS ASAD KOTA PALEMBANG
Bahwa dengan melestarikan ilmu dan seni bela diri pencak silat, berarti melestarikan budaya bangsa, yang merupakan upaya meningkatkan kualitas mental dan fisik bangsa Indonesia, guna mempercepat terwujudnya Tujuan Nasional, dengan motto “Ampuh Sehat Aman Damai”.

Persinas Asad PengCab Jakarta Pusat merupakan salah satu cabang perguruan besar Indonesia Persinas Asad yang mewadahi pecinta silat untuk membumikan silat di bumi Nusantara. Bertempat di Padepokan Al-Muflihun Jakarta latihan diselenggarakan setiap selasa dan Jum’at malam, terbuka untuk umum baik anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua. Dengan moto “Pencak Silat is my life” Persinas Asad JakPus mencoba membangkitkan semangat generasi silat untuk dan melestarikan pencak silat nasional sebagai identitas bangsa sejati disiplin dan santun dalam bermasyarakat.berkarakter bangsa, membela kebenaran, dan saling tolong menolong sesama umat manusia serta membumihanguskan Narkoba di bumi Nusantara.

PERSINAS ASAD KOTA PALEMBANG
Seni, Jurus, dan Silsilah PERSINAS ASAD
Menghindari berita atau cerita yang simpang siur mengenai apa dan bagaimana sebenarnya asal muasal kaidah seni, jurus, dan silsilah ilmu Persinas ASAD, maka kami akan sedikit memaparkannya dalam blog ini.

Persinas ASAD merupakan perguruan silat yang dilatarbelakangi oleh beberapa aliran silat di Indonesia, diantaranya adalah:
1. Aliran Cimande, yang berjuluk Cimande Tari Kolot   Aliran silat yang berasal dari tanah Pasundan ini diadopsi oleh Persinas ASAD untuk memperkaya khasanah seni pencak silat di dalamnya. Adapun Persinas ASAD memperoleh ilmu seni beladiri ini dari proses berguru kepada Bapak H. Rachmat Ace Sutisna.
2. Aliran Silat Karawang, yang berjuluk Singa Mogok   Silat asal Karawang – Jawa Barat ini diperoleh dari proses berguru langsung kepada Bapak H. Sulaiman. Tidak banyak diketahui mengenai silsilah ilmu beladiri ini secara lengkap dan jelas.
3. Aliran Silat Indramayu Silat Indramayu ini pun diperoleh dari proses berguru langsung kepada guru besarnya, yakni Bapak Ahmad. Namun sama halnya dengan Silat Karawang Singa Mogok, kami pun tidak mengetahui secara pasti runutan silsilah beladiri ini.

Untuk menciptakan kaidah seni dan jurus yang baku saat ini, maka dewan guru/pelatih Persinas ASAD meramu atau merumuskan dari apa yang mereka peroleh. Adapun cabang ilmu pencak silat yang berhasil dikumpulkan dan dikolaborasi, dimana selanjutnya menjadi bahan dasar terbentuknya kaidah seni dan jurus Persinas ASAD yang saat ini telah baku, adalah sebagai berikut:

A. CIMANDE TARI KOLOT (BOGOR)
  1.Kelid Duduk (33 jurus)
  2. Kelid Berdiri (33 jurus)
  3. Pepedangan (17 jurus)
  4. Gerakan Seni / Kembangan:

 a. Tepak Satu;
      selancar hiburan/atraksi (angka 8) dan selancar massal.
 b. Tepak Dua
 c. Tepak Tiga / Tilu

B. SILAT KARAWANG SINGA MOGOK (7 jurus)
C. SILAT INDRAMAYU (9 jurus)

 Alhamdulillaah, dari alur silsilah para dewan guru/pelatih Persinas ASAD yang merujuk pada Silat Cimande Tari Kolot ini, menjadikan Persinas ASAD diakui pula sebagai salah satu anggota aliran silat Cimande Tari Kolot – Bogor, dengan urutan silsilah ilmu yang ke-sembilan, sebagai berikut:

Eyang Buyut, sebagai pencipta awal aliran pencak silat Cimande
Diturunkan kepada Eyang Rangga dan Eyang Khoir
Diturunkan dari Eyang Rangga kepada M. Ace Laseha dan M. Karta Singa
Diturunkan dari M. Ace Laseha kepada salah satu anaknya, yakni M. Abdul Somad
Diturunkan dari M. Abdul Somad kepada H. Idris
Diturunkan dari H. Idris kepada Ibu Dedeng Kurnia
Diturunkan dari Ibu Dedeng Kurnia kepada putranya, yakni Bp. Rachmat Ace Sutisna, yang juga menjabat sebagai Ketua Silat Cimande Tari Kolot, Bogor – Jawa Barat
Diturunkan dari Bp. Rachmat Ace Sutisna kepada 8 orang guru/pelatih di jajaran PB Persinas ASAD. Mereka adalah: Agung Sujatmiko, Supriyatna, Ahmad Bachtiar Mukti, Susilo Edi, Sulthon Aulia, Poyo Wiyanto, Yusuf Wibisono, dan Antong Samijo.

Demikianlah sedikit uraian mengenai asal muasal kaidah seni, jurus, serta silsilah yang saat ini berlaku dalam Persinas ASAD. Kami mohon maaf sebesar-besarnya jika ada kesalahan tulis pada uraian singkat diatas. © 2011 (tg) sumber : http://www.asad.or.id/
PERSINAS ASAD KOTA PALEMBANG
Perguruan silat yang di bawah naungan LDII ini memiliki tingkatan-tingkatan yang tecermin di  makna Warna Sabuk Persinas ASAD :

Tingkat I / Sabuk Putih / Siswa I
Warna putih pada sabuk mempunyai makna lembaran putih dan bersih dengan tulus ikhlas, ridho dan suci. Bagi seorang calon pesilat untuk diberikan pengetahuan, ketrampilan dan sikap dasar tentang ilmu beladiri.

Tingkat II / Sabuk Hijau / Siswa II
Warna hijau pada sabuk memberi makna kedamaian hati setalah diberikan pelajaran dasar tentang pengetahuan, ketrampilan dan sikap sehingga memberi keteduhan hati dan bangga dengan ilmu yang dimilikinya.

Tingkat III / Sabuk Hijau Strip Kuning / Asisten Muda
Warna hijau yang memberikan kedamaian, kebahagiaan dan kesejahteraan serta dipersiapkan untuk menjadi pesilat yang berkualitas dan berbudi pekerti luhur yang dilambangkan strip kuning pada sabuk.

Tingkat IV / Sabuk Kuning / Asisten Madya
Warna kuning melambangkan keluhuran budi pekerti (akhlaqul karimah) dan keagungan jiwa serta berkualitas, sehingga pesilat makin banyak ilmunya makin berbudi pekerti yang luhur.

Tingkat V / Sabuk Kuning Strip Biru / Asisten Utama
Dengan budi pekerti yang luhur dan keagungan jiwa disertai cita-cita yang luhur, semangat belajar dan tabah dalam menghadapi tantangan yang dilambangkan dengan strip biru pada sabuk.

Tingkat VI / Sabuk Biru / Pelatih Muda
Warna biru melambangkan semangat belajar yang tinggi, dengan percaya diri serta dapat menjaga martabat dan mampu menguasai serta mengendalikan diri walaupun banyak tantangan, rintangan dan halangan.

Tingkat VII / Sabuk Biru Strip Coklat / Pelatih Madya
Dengan semangat dan cita-cita yang tinggi menjadikan percaya diri, selalu menegakkan kebenaran, kejujuran dan menghormati sesama insan.

Tingkat VIII / Sabuk Coklat / Pelatih Utama
Warna coklat tua melambangkan sikap damai, bersahabat, selalu rendah hati dan senantiasa menegakkan kebenaran, kejujuran dan keadilan.

Tingkat IX / Sabuk Coklat Bintang Merah 1 / Guru Muda
Bersikap damai dan bersahabat, ramah dan sopan, senantiasa menegakkan kebenaran.

Tingkat X / Sabuk Coklat Bintang Merah 2 / Guru Madya
Senantiasa mengupayakan perdamaian dan persahabatan dengan sesame. Keramahan dan kesopanan ditingkatkan, dengan keberanian yang tinggi membela kebenaran.

Tingkat XI / Sabuk Merah / Guru Utama
Merah melambangkan keberanian dalam membela kebenaran, berjiwa besar, mawas diri, pemaaf dan mengutamakan kepentingan umum dan dapat menjadi panutan.

Tingkat XII / Sabuk Merah Garis Tepi Emas / Guru Besar
Berjiwa besar sebagai pendekar, bisa meramut dan membina serta sebagai pengayom.

Perguruan Pencak Silat "Persinas Asad"
Tempat Latihan / Sekretariat : Jalan Bukit Kenten RT 15 Komp. Masjid Al-fatah 8 Ilir Kec. It. II Palembang Propinsi: Sumatera Selatan
Contact Person : M Wildan Firdaus 089649588081
email: wildanaja313@yahoo.co.id

Video : 
Sumber : Youtube
Sumber : Youtube

Kamis, 17 Mei 2012

Palembang Akan Miliki Padepokan Pencak Silat Seluas Satu Hektar

Palembang Akan Miliki Padepokan Pencak Silat Seluas Satu Hektar

Palembang - Komplek Olahraga Jakabaring akan memiliki fasilitas baru berupa padepokan pencak silat. Tak tanggung-tanggung, padepokan tersebut akan mencakup luas satu hektar.

"Di padepokan itu semua atlet pencak silat di Sumatera Selatan akan berlatih dan dibina. Harapannya, akan lahir sejumlah atlet pencak silatyang andal, serta olahraga ini akan kembali dicintai masyarakat, " ujar Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Sumatera, Selatan Ishak Mekki, kepada wartawan di Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Senin (14\/05\/2012).

Lahan seluas satu hektar tersebut merupakan hibah dari Ishak Mekki sendiri. Menurut Ishak, selama ini prestasi pencak silat Sumatera Selatan belum optimal, karenanya pembangunan padepokan ini diharapkan bisa mengubah hal tersebut.

Di lahan seluas satu hektare itu, selain disediakan lapangan buat berlatih, juga dibangun gedung pertandingan, penginapan dan sarana lainnya.

"Insya Allah dalam satu-dua bulan ini peletakan batu pertama padepokan itu dilakukan, " tuntas dia.


(tw/din) sumber : http://sport.detik.com/
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...