CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

Jumat, 20 November 2015

Abas Akbar jadi pelatih timnas pencak silat Asian Games

Abas Akbar jadi pelatih timnas pencak silat Asian Games
Pencak silat. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Palembang (ANTARA News) - Mantan juara dunia pencak silat tahun 2002 Abas Akbar terpilih menjadi pelatih Tim Nasional untuk persiapan mengikuti Asian Games ke-18 tahun 2018.


Abas di Palembang, Senin, mengatakan, dirinya bersedia ambil bagian dalam tim karena tertantang untuk mengembalikan kejayaan pencak silat Tanah Air di kancah Asia.



"Target tidak tanggung-tanggung yakni sebanyak lima emas. Ini cukup berat, tapi bukan hal yang tidak mungkin asalkan dilakukan persiapan yang matang. Sebagai mantan atlet, saya akan mencurahkan semua kemampuan dan pengalaman untuk mencetak juara," kata pelatih asal Sumatera Selatan ini.



Dalam menjalani Pemusatan Latihan Nasional jangka panjang tersebut yang akan dimulai pada awal Desember mendatang, Abas mengatakan telah mendapatkan dukungan dari keluarga.



Demikian pula dari perusahaan tempatnya bekerja yakni Bank Pembangunan Daerah Bank Sumsel Babel.



"Pelatnas ini cukup panjang yakni berkisar tiga tahun, jadi harus ada komitmen yang tegas dari saya, keluarga, dan tempat bekerja. Sejauh ini, semuanya mendukung dan mengharapkan saya bisa mengangkat prestasi pencak silat," ujar pria kelahiran Jakarta, 6 November 1973 ini.



Menurutnya, dalam Pelatnas tersebut akan dilakukan uji coba ke sejumlah negara Eropa, seperti ke Jerman, Belanda, dan Spanyol.



Tujuan uji coba ini bukan semata-mata mencari lawan tanding tapi juga mempromosikan olahraga pencak silat di dunia internasional.



"Sebenarnya, kekuatan pencak silat ada di Asia Tenggara, seperti Vietnam dan Thailand. Tapi, Indonesia sebagai negara asal pencak silat harus berpikir ke depan yakni bagaimana olahraga ini bisa mendunia," ujar dia.



Abas Akbar merupakan legenda hidup pencak silat Indonesia dengan segudang prestasi, di antaranya, lima medali emas SEA Games mulai di dari SEA Games Singapura tahun 1993 dan terakhir pada SEA Games Malaysia tahun 2001, medali perak Kejuaraan Dunia tahun 1992, dan medali emas Kejuaraan Dunia tahun 2002.



Pasca pensiun, ia mendedikasikan diri untuk mengembangkan olahraga pencak silat di Sumatera Selatan, terutama di Kabupaten Musi Banyuasin dan Palembang.

Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Selasa, 10 November 2015

Perguruan Silat Sinar Cimande Pesantren Aulia Cendikia Palembang


Pesantren Aulia Cendekia seiring dengan perkembangan yang pesat semakin banyak diminati dan digemari oleh masyarakat dari berbagai golongan dan menjadi salah satu lembaga kepercayaan masyarakat. Hal ini terbukti semakin banyaknya jumlah santri dari tiap tahunnya serta dukungan dari masyarakat sekitar pesantren.

Pesantren Aulia Cendekia yang didirikan oleh H. Hendra Zainuddin ini memperhatikan multi pendidikan, baik intelektual maupun spiritual serta pendidikan pengembangan diri siswa.
Yang demikikan ini bentuk dari menafikan anggapan yang menganggap bahwa pendidikan yang ada di pesantren hanya dapat mencetak siswa yang pandai membaca kitab saja dan sekaligus men jawaban bahwa dunia pesantren mampu mencetak siswa yang memiliki multi talenta, yakni salah satunya dengan menggali dan mengembangkan potensi dan talenta yang dimiliki oleh setiap siswa.

Adapun salah satu bentuk pengembangan diri yang ada dipesanren Aulia Cendekia adalah pendidikan sendi bela diri Cimande. Khusus olahraga beladiri, selain mafaat kesehatan manfaat lainnya yang didapat cukup beragam. Paling tidak melalui olahraga beladiri manfaat yang didapat seperti meningkatnya rasa percaya diri, tumbuhnya sportivitas, menghargai orang lain, menghargai senior, menghargai kebersihan.

Seni bela diri yang diasuh oleh Ust. Asror salah satu alumni Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep Madura ini walaupun umurnya masih sangat terbilang baru ini sudah banyak diminati oleh santri.


Sumber : http://www.auliacendekia.com/

Rabu, 28 Oktober 2015

147 Taruna Himssi Palembang Berjibaku Lawan Kabut Asap

147 Taruna Himssi Palembang Berjibaku Lawan Kabut Asap
Ujian kenaikan tingkat Himssi kota Palembang 
SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Himpunan Seni Silat Indonesia kota Palembang melakukan adaptasi program saat menggelar ujian kenaikan tingkat para tarunanya, di SDN 140 Talang Betutu kota Palembang, Minggu (25/10).
Para taruna yang biasanya melakukan longmarch secara marathon sejauh 2-4 kilometer, dipersingkat menjadi 1 kilometer dan diperbolehkan jalan kaki. Begitupun beberapa ujian lainnya disesuaikan dengan kondisi peserta.
"Kondisi asap memang mengganggu kita, semua aktivitas menjadi terganggu, tetapi program tetap jalan, hanya saja disesuai dengan kondisi. Program tetap jalan, tetapi memperhatikan keselamatan peserta ujian," ujar Ketua Umum Himssi Kota Palembang Supriyanto SPd MPdi.
Ia menambahkan kondisi kabut asap memang menganggu kesehatan, namun sesuai dengan agenda, program Himssi untuk ujian periode ke-8 tetap jalan."Peserta diminta untuk banyak minum dan istirahat, tidak memporsir tenaga," ujarnya.
Ujian berjalan dengan baik, peserta tetap semangat mengikuti ujian dan kondisi asap tebal seolah tidak menganggu mereka.
Sekum Himssi Palembang melalui Ketua Panitia Andre Pratama mengatakan, total 147 peserta yang mengikuti ujian. Yakni dari komsat Iwari (Iwan Haryana), Alang-alang Lebar Andre Pratama, Sematang Borang Hendra, ZOI Zainal, SMPN 37 Adi Apriansyah, SLKI Rivai, SIT Mufidatullah Muslimah.
"Peserta yakni untuk sabuk putih 74 orang, kuning 22 orang, kuning peled 37 orang, hijau 2 orang, dan hijau peled 9 orang," ujarnya.
Ketua Umum Pengprov Himssi Sumsel, HM Akib didampingi Sekum Helmy Yoga mengatakan, kepada peserta untuk berlatih dan membangun Himssi, sebagai organisasi silat yang lahir dari Sumsel.
"Tetap mengikuti tatanan, sopan santun dan hormat kepada yang lebih tua,  Bulan Desember kita ada ujian sertak se-Sumsel, yang digelar di OI. Agar cabang-cabang di kabupaten/kota benar-benar mempersiapkan diri. Karena digelar ujian sekaligus kemah bersama.
"Kami mengucapkan termakasih kepada kepala sekolah SDN 140 Talang Betutu, yang memberikan dukungan digelar Ujian HimssiPalembang Periode ke-8," ujar Akib.
Penulis: Hendra Kusuma
Editor: Hendra Kusuma
Sumber: 

Selasa, 20 Oktober 2015

Himssi akan Gelar Ujian di SDN 156 25 Oktober

Himssi akan Gelar Ujian di SDN 156 25 Oktober
Adi Apriansyah Sekum Himssi Palembang bersama para atlet Himssi 
SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Pengurus cabang (pengcab) Himpunan Seni Silat Indonesia kota Palembang menggelar agenda rutin ujian kenaikan tingkat.
Kali ini ujian kenaikan tingkat akan digelar di SDN 165 Sukarami Palembang, Minggu 25 Oktober 2015.
Ketua Umum Himssi Kota Palembang Supriyanto melalui Sekum Himssi Adi Apriansyah mengatakan, ini merupakan agenda rutin untuk menguji dan mengukur kemampuan dari hasil latihan para atlet Himssi Palembang.
"Ini agenda rutin, sebagai bagian dari bentuk pembinaan," jelas Adi.
Seperti diketahui, ujian ini melibatkan jajaran pelatih sebagai tim penguji dibantu para asisten pelatih. Materi latihan sendiri meliputi longmarch sepanjang 1-3 kilometer, latihan fisik, gerak dasar jurus sesuai tingkatan ujian, kelit, gerak pasang, kombinasi bebas dan pertarungan.
Yang mengikuti ujian seperti sabuk putih, sabuk kuning, kuning pelet, hijau, hijau pelet, dan merah. Ujian sendiri satu hari penuh dimulai pukul 08.00 sampai dengan selesai.
Himssi Palembang getol menggelar ujian sebagai bagian dari ujian untuk meningkatkan kemampuan para pesilat Himssikhususunya dan para atlet pencak silat Sumsel pada umumnya.
Penulis: Hendra Kusuma
Editor: Hendra Kusuma
Sumber: 

Kamis, 13 Agustus 2015

Kuntau Didapat dari Pendatang Cina

Kuntau Didapat dari Pendatang Cina
Cover depan film berjudul Kuntau,
produksi Muda Muba Berkarya.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Dikatakan Kms Anwar Beck, Kuntau sebenarnya bukan seni bela diri asli Palembang. Kuntau dibawa oleh imigran-imigran Cina yang sudah ada di Palembang saat masih bernama Kesultanan Palembang Darusalam.

Lalu, masyarakat Palembang mulai belajar kuntau setelah melihat pendatang dari Cina menggunakannya saat melawan penjajah.

"Lambat laun, masyarakat Palembang sudah banyak yang mahir dalam memainkan jurus-jurus Kuntau. Mereka mulai mengajarkan ini kepada orang dekat dengan harapan memiliki bekal perlindungan diri selama penjajah masih berada di Bumi Sriwijaya," kata Anwar, Minggu (9/8/2015).

Secara umum, Anwar mengatakan, bela diri saat itu tidak ada perbedaan, entah itu kuda-kuda atau jurus yang digunakan. Namun, karena Kuntau dibawa oleh masyarakat Cina, Kuntaumemiliki beberapa perbedaan dalam beberapa gerakan. Selain itu, kostum yang digunakan saat belatih Kuntau meiliki ciri khas, yakni berwarna serba hitam mulai dari baju, celana panjang, hingga ikat kepala.

Perbedaan lain, lanjut Anwar, terdapat pada senjata yang digunakan. Saat melakukan kuntau, pelakonnya mengunakan besi bercabang, pisau bermata dua, dan balok. Senjata-senjata inilah yang digunakan untuk melawan senjata api yang dimiliki penjajah dan membuat penjajah sedikit gentar menghadapi pribumi.

Penulis: Refli Permana
Editor: Tarso

Sumber: Sriwijaya Post


Rabu, 12 Agustus 2015

Pelakon Kuntau Siap Hiburan Warga Palembang

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Meski tidak sebanyak zaman dulu, masih ada sekelompok pelakon kuntau di Palembang.

Kms Anwar Beck mengatakan, kuntau terkadang dipertontonkan saat HUT Palembang atau saat acara-acara besar lainnya.

Kelompok pelakon seni ini, yang menurut Anwar ada di kawasan Kelurahan 22 Ilir dan Kelurahan 19 Ilir, masih rutin mempelajari kuntau. Masih ada sejumlah masyarakat yang memelajari bela diri ini.

"Jadi, kalau memang nanti bisa masuk menjadi mata pelajaran, masih banyak narasumber yang bisa dijadikan sumber informasi. Dengan mempelajarinya di sekolah, anak-anak mungkin saja tertarik untuk mempelajari kuntau lebih dalam," kata Anwar.

Penulis: Refli Permana
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post

Selasa, 11 Agustus 2015

Kuntau Bagian dari Perjalanan Sejarah Palembang Darussalam

Kuntau Bagian dari Perjalanan Sejarah Palembang Darussalam
Ilustrasi Silat 
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Bela diri tengah digiat-giatkan menjadi salah satu mata pelajaran di sekolah. Dan, Palembang rupanya memiliki sejarah tersendiri untuk bela diri dan dinilai layak diketahui oleh seluruh siswa di Palembang.
Salah satu pemerhati dan pecinta seni dan budaya asli Palembang, Kms Anwar Beck, mengatakan Palembang memiliki seni bela diri yang sebenarnya sudah ada sejak jaman Kesultanan Palembang Darussalam.

Seni bela diri tersebut dinamakan Kuntau dan didapat dari imigran Cina (sekarang Tiongkok) yang saat itu sudah ada di Palembang.

"Kuntau disebarkan oleh pendatang-pendatang dari Cina. Seiring berjalannya waktu, Kuntau mampu dilakukan oleh masyarakat Palembang dan diajarkan secara rutin kepada keturunan," kata Anwar, Minggu (10/8/2015).

Untuk itu, andai nantinya bela diri dijadikan sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah, Anwar berharap untuk wilaya Palembanvg Kuntau diikutsertakan. Menurut pria yang akrab disapa Yai Beck ini, siswa sebaiknya ikut mengetahui sejarah panjang dari Kuntau.

Besar harapan Yai siswa-siswa tersebut selanjutnya berkenan ikut berlatih kuntau karena bisa membuat diri menjadi sehat disamping untuk melindungi diri.

Yai menjelaskan, Kuntau memiliki peranan penting akan kisah masyarakat Palembang mendapatkan kemerdekaan.

Pasalnya, saat penjajah hendak merebut wilayah Palembang di jaman Kesultanan Palembang Darussalam, Kuntau-lah yang menjadi 'senjata' masyarakat memerangi penjajah. DenganKuntau, masyarakat Palembang tidak gentar melawan penjajah yang saat itu memiliki senjata lengkap menindas masyarakat pribumi.

Penulis: Refli Permana
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post

Sabtu, 01 Agustus 2015

Perguruan Pencak Silat Indonesia Macan Putih





Salah satu perguruan silat yang masih aktif di Palembang adalah Perguruan Pencak Silat Indonesia Macan Putih, di mana mereka melakukan latihan di kawasan sematang borang, sako, Palembang dengan jadwal latihan yaitu hari selasa malam jam 19:00 s.d 21:00 WIB dan minggu pagi jam 07:00 s.d 10:00 Wib.

Bagi yang berminat untuk bergabung dengan perguruan ini dapat langsung kontak dengan nomor dibawah ini : 081271654471


Ujian kenaikan sabuk yang di lakukan oleh Perguuan Pencak Silat Indonesia Macan Putih
Video sumber youtube :




Sumber foto : Perguruan Pencak Silat Macan Putih Palembang

Kamis, 02 Juli 2015

Perguruan Pencak Silat Tanjakan Indonesia


Perguruan pencak silat tanjakan Indonesia pada sejarahnya merupakan pencak silat atau bela diri yang berasal dari Banten, Jawa Barat dan informasinya juga masih memiliki rumpun silat dengan putra betawi, pencak silat ini masuk ke Palembang sendiri sekitar tahun 1940-an di suatu desa di dareah perkebunan sembawa yaitu desa Tanjakan yang di bawa oleh H. Bori/H. Buchori.


Sehingga penyebarannya pun sampai ke kota Palembang sendiri pada era tahun 1990-an Perguruan pencak silat ini lumayan di kenal di kota ini, sampai sempat membuka tempat latihan di Komplek Pertamina Plaju, Kertapati dan beberapa tempat lainnya bahkan sampai ke Lampung.

Tetapi dengan berjalannya waktu dan regenerasi kader kepelatihan juga berkurang maka makin lama tempat pelatihan pencak silat tanjakan ini pun mulai berkurang juga, sampai saat ini anggota aktif +/- 100 orang yang tersebar di berbagai tempat latihan.

Selain sebagai pencak silat bela diri perguruan pencak silat tanjakan ini juga sering di undang dalam kesenian silat tradisi bersama dengan Perguruan pencak silat Naga Mas, Perguruan Pencak Silat Tunas harapan dan Kebudayaan Seni Tari Pencak (Kestape) Bunga rampai, terakhir mereka di undang untuk melakukan pementasan seni di Negara Brunai Darusallam dalam pertunjukan lakon "Hang Tuah".

Lokasi Latihan : 
Di Sekretariat Jl. Sido Ing Lautan Lr. Palang Merah ( Kawasan Tangga Buntung) 

SMK Madiatama & SMP Budi Utomo  selain untuk umum sebagai kegiatan ekskul sekolah setiap hari Minggu jam 08:00 sampai dengan selesai.

Sumber : Bapak Syarifudin Bakar - Pembina Tanjakan Indonesia Palembang

Turnamen pencak silat H. Ishak Mekki 24-28 Okt 2016 Putri : Perisai diri Vs Tanjakan
Sumber : Youtube

Selasa, 03 Maret 2015

Kesatuan Aliran Tenaga Dasar Akar Kateda Indonesia

SEJARAH KATEDA

KATEDA adalah aliran beladiri yang berasal dari Indonesia, di negara lain berubah namanya menjadi Nearu, KIXA, SINDO, Kateda ryu dan masih banyak lagi. Sedangkan di Indonesia sendiri telah berdiri berbagai perguruan yang beraliran KATEDA, misalnya : Matahari, PSTD, FOKUS, SINDO, PTI dsb. Induk bela diri ini membiarkan hal itu terjadi karena telah ditetapkan bahwa jika sudah pada tingkatan tertentu diharuskan membuka tempat latihan baru baik itu dengan memakai nama Kateda maupun membuat nama baru, lagipula pada dasarnya KATEDA itu mengajarkan untuk pencapaian kedamaian dalam diri orang yang mempelajarinya sehingga mereka tidak mau ambil pusing apalagi ribut-ribut.

Sejarah ilmu tenaga murni KATEDA hingga saat ini belum begitu dikenal masyarakat umum, bermula ketika diketemukannya kembali pengajaran ini oleh seorang petapa dari Himalaya yang bernama Tagashi.

Pada tahun 1907 saat ia berumur 20 tahun, Tagashi berpetualang ke Tibet bagian utara. Disana ia menemukan sebuah kitab kulit kuno atau sebuah naskah yang tertulis dalam bentuk simbol-simbol. Selama 40 tahun ia mempelajari kitab kuno itu dan membuat penelitian dari buku yang asli kemudian dibandingkan dengan buku-buku kuno yang disimpn masyarakat Tibet, Nepal dan Himalaya. Sehingga ia sampai pada suatu kesimpulan dengan menamakan buku itu "Tujuh Rahasia" dan menterjemahkan simbol-simbol menjadi tujuh buah kata yang berbeda. Ia juga berkesimpulan bahwa buku tersebut bermakna suatu tingkatan ilmu manusia dan semua didasarkan pada pernafasan tenaga murni.

Pengetahuan itu digunakan untuk perlindungan terhadap lingkungan sekitar yang brutal untuk memelihara kedamaian dan keharmonisan. Dengan diciptakannya senjata-senjata peperangan, maka pengajaran dari kitab ini semakin sedikit dipraktekan, sampai akhirnya benar-benar dilupakan.

Pada tahun 1947 Tagashi memutuskan untuk mengikuti peta yang sedikit jelas terlukis pada halaman akhir dari kitab itu. Ia yakin perjalanan tersebut dibuat oleh seseorang yang terakhir menyimpan kitab itu untuk mencegah kehancurannya. Dia juga yakin bahwa "Tujuh Rahasia" harus disebarkan terhadap sesama dan setiap orang sepantasnya menjadikan pengajaran itu suatu ilmu pengetahuan.


Selama 16 tahun perjalanannya melalui Nepal, India, Thailand, Malaysia dan Indonesia ia telah mengajar sekitar 200 murid. Pengajarannya diberikan secara rahasia untuk mencegah mereka menyalahgunakan pengetahuan bela diri ini. Setiap murid-muridnya disumpah untuk merahasiakannya, terutama mereka yang telah berkemampuan sebagai master. Yang sudah mampunyai kemampuan memukul benda-benda keras tanpa terasa sakit atau cedera. Mereka juga harus mengembangkan rasa tanggung jawab berdasarkan pengajaran ini dengan mengajar orang lain dibawah pengawasan intensif dari Tagashi.

Latihan Kei
Pada tahun 1963 Tagashi dan 30 orang master tiba di gunung Bromo, Jawa Timur-Indonesia. Disana ia mengalami sebuah penglihatan visual yaitu melihat sesuatu timbul dari sisi kawah gunung Bromo itu sama dengan simbol yang digambarkan di kitab. Penglihatan itu membentuk dasar dari yang ia yakini bahwa "Tujuh Rahasia" dapat dicapai, dan ini lebih lagi dari kemempuan dan pengetahuan yang sudah dicapai melalui metode bela diri. Sejak saat itu Tagashi memutuskan untuk tinggal dan menetap di gunung Bromo untuk menemukan tingkat selanjutnya, atau metode yang dipisahkan dengan kemampuan yang sudah ia capai dari "Tujuh Rahasia".

Selama 6 tahun menetap disana (1963-1969) beberapa murid dari Indonesia bertemu Tagashi. Mereka tinggal bersama Tagashi dan seterusnya, dalam rencana kunci untuk membuka "Tujuh Rahasia" tersebut.

Pada tahun 1969 salah satu master dari Indonesia meminta izin untuk menterjemahkan "Tujuh Rahasia" kedalam bahasa sehari-hari, termasuk metode untuk membuka tabir "Tujuh Rahasia" yang pada akhirnya ditemukan oleh master ini. Master ini belum pernah melihat askah asli tersebut sampai Tagashi mengizinkannya untuk menterjemahkan naskah itu. Izin ini diberikan karena master ini pada saat di gunung Bromo mempunyai penglihatan yang sama dengan Tagashi. Metode yang digunakan untuk mencapai "Tujuh Rahasia" disebut metode "Deep Silence", yang memungkinkan seseorang untuk mengontrol pikiran, mengalahkan kelemahan-kelemahan diri sendiri sehingga kebebasan dari dalam kemurnian jiwa yang sebenarnya mampu merasakan, melihat dan mendengar.

Selama 3 tahun dari tahun 1969-1972 master ini menterjemahkan kitab "Tujuh Rahasia" dikesunyian alam di Tibet bagian utara dimana naskah asli ditemukan, dan kemudian di gunung Bromo dimana tanda-tanda pertama mencapai "Tujuh Rahasia" ditemukan.

Pada bulan Maret 1972 Tagashi menerima hasil terjemahan dari "Tujuh Rahasia". Dia juga setuju dengan meniadakan tradisi latihan secara rahasia dan tersembunyi dan menggantikanya dengan susunan pengajaran secara terorganisir dengan tata tertib dan pengaturannya. Terjemahan dari "Tujuh Rahasia" dinamakan "KATEDA".

Metode pernafasan, pengontrolan otot, gerakan tubuh, konsentrasi, komunikasi internal heat, inner voice adalah kata-kata yang digunakan sekarang, menggantikan simbol-simbol dari naskah asli. Huruf-huruf KATEDA diambil dari simbol yang tergambar dihalaman terakhir dari kitab "Tujuh Rahasia" yaitu simbol dari sebuah gunung dengan garis pemandu, dan pada bentuk simbol menuju pencapaian titik/ tingkatan tertinggi.

Pada tanggal 22 Januari 1976 Tagashi meninggal dunia pada usia 89 tahun. Jasadnya dikremasi dikawah gunung Bromo bersama naskah asli tadi. Hal itu sesuai dengan pesannya yang terakhir. Dia minta, siapapun yang menjadi maha guru yang baru harus mengutamakan perdamaian diatas semua pengetahuan yang sudah dicapai melalui metode pengajaran ilmu Tenaga Murni KATEDA.


Tahun 1984 perguruan Kateda mulai menyebar di Indonesia, kemudian mendaftar ke KONI pusat, peraturan KONI pada saat itu kalau mau membuka cabang bela diri maka minimal harus memiliki perwakilan cabang minimal di 21 propinsi di Indonesia. Kalau tidak maka harus bergabung ke cabang lain seperti karate, silat, kung fu dsb.

Pada mulanya warga kateda sepakat ingin masuk ke cabang karate dikarenakan jurus-jurus dan gerakanya agak mirip dengan jurus milik kateda sehingga pernah terpikir jika masuk karate maka singkatan KATEDA adalah Karate Tenaga Dasar.

Tetapi ternyata untuk masuk karate banyak sekali pantanganya seperti tidak boleh pukul besi, tidak boleh kunci TD, tidak boleh full body contact dsb. Akhirnya coba masuk IPSI ternyata IPSI sangat fleksibel, di IPSI bebas tidak mengatur keilmuan perguruan dibawah naunganya, keilmuan di serahkan kepada perguruanya masing-masing.

Sekarang ilmu Tenaga Murni KATEDA mengingat akan selalu mengajarkan pada manusia yang ditujukan untuk keselamatan, keselamatan dan perdamaian. Ilmu Tenaga Murni KATEDA pengjaran dari inner peace (perdamaian), yang dulu pernah terlupakan, sekarang bangkit kembali pada setiap orang yang menyayangi kesehatan dan kedamaian hidup dalam kehidupan manusia bukanya kehancuran atas peperangan.

Foto bersama setelah ujian Kateda di Bukit Siguntang Palembang Mei 2015

Kateda merupakan aliran yang mengkombinasikan gerakan fisik/jurus dengan ilmu pernafasan tenaga murni dan senam kesehatan yang dikombinasikan dengan ilmu pernafasan sehingga bermanfaat untuk membela diri, kesehatan jasmani, rohani dan mental sekaligus mencari dan membiasakan diri dalam ketenangan dan kedamaian, melatih diri memiliki dan memanfaatkan tenaga murni (central power) untuk kepentingan kemanusiaan dan kesehatan, melatih diri yang serasi jujur dan mandiri penuh rasa tanggung jawab untuk kepentingan masyarakat.

Secara sederhananya adalah menggabungkan konsentrasi, pernafasan dan pengontrolan otot dengan gerakan sehingga menghasilkan energi/ tenaga dalam untuk melindungi diri dari serangan maupun benda-benda keras, juga untuk meningkatkan kesehatan, mental dan memperbaiki organ-organ tubuh.

Dalam organisasi KATEDA umumnya terdapat 2 macam kelas yaitu kelas beladiri ( untuk kesehatan, pertahanan diri/ bela diri) dan kelas klub kesehatan (senam pernafasan dan latihan pengobatan), dan kini telah berdiri kelas bela diri wanita (untuk wanita yang ingin kuat dan sehat tanpa menghilangkan/ meninggalkan sifat kewanitaanya).

Untuk tingkatan dalam perguruan KATEDA yaitu:
Kelas bela diri (sabuk putih, sabuk kuning, sabuk hijau, sabuk biru, sabuk cokelat, sabuk hitam, Dan I, Dan II, Dan III, Master IV, Master V, Master VI/ wakil guru besar, Principal Master VII/ guru besar tingkat VII, Vice Grand Master/ wakil maha guru, Grand Master of KATEDA/ maha guru KATEDA).
Sedangkan untuk kelas kesehatan tidak ada tingkatan sabuk.

Seragam :
Tingkat siswa memakai baju dan celana putih., yang pakai baju dan celana hitam adalah tingkatan pelatih 1 sampai 6 hanya bedanya tingkat 4 sampai 6 pakai baju panjang (jubah). Untuk tingkat pelatih 7 ke atas memakai baju dan celana putih lagi tapi bajunya panjang (jubah)


Tempat Latihan di Palembang
Di halaman kantor DPRD Propinsi SUMSEL setiap minggu pagi jam 7  
Contac Person : Harun 081271621966. 

Sumber : 

Senin, 02 Februari 2015

Perguruan Pencak Silat Pernafasan (PPsP) Walet Putih Indonesia

Perguruan Pencak Silat Pernafasan Walet Putih Nasional
Logo Perguruan
          
Ilmu bela diri tenaga dalam walet putih Indonesia adalah merupakan warisan dari keluarga, IR.GUNTARA DES LAPERTA yang saat ini menjadi Pembina utama perguruan ini. Ilmu bela diri tenaga dalam ini warisan keluarga yang diturunkan secara turun temurun. IR.GUNTARA DES LAPERTA mendapat mandat dari guru utama pengembangan ilmu bela diri ini yakni,alm. K.H.NUR ROEMLY ZAWAWI dan Alm. K.H.RADEN ROEDJITO HAMBALI.

 
Sehingga pada tahun 1986 di yogjakata ilmu bela diri ini mulai di kembangkan secara moderndengan melatih beberapa anggotanya diantaranya,Wijanto suparjan, Moh.Effendi. pada tahun 1988 bulan maret IR.GUNTARA DES LAPERTA,WIJANTO SUPARJAN & MOH.EFFENDI membentuk wadah organisasi pada notarisENDANG SOEDARWATI,SH.dengan nama “PSBTD WALET PUTIH”Selaku Pembina utama dan guru besarnya adalah IR.GUNTARA DES LAPERTA.


Saat Latihan Foto : http://kautsar13.blogspot.co.id/
Urutan Pembentukan Organisasi Pusat, Daerah dan Cabang.
  • Tahun 1988 dibentuk PSBTD WALET PUTIH di cilacap sebagai pusat,dengan cabangnya SKB Jogjakarta,cabang FT.Nuklir UGM.
  • Tahun 1988 di denpasar bali,cabang badung,cabang pertaminacottage,cabang bali beach hotel,cabang kodam IX udayana,Pengda Bali.
  • Tahun 1989 di denpasar bali,cabang tabanan,cabang Negara,cabang klungkung,cabang jembrana,cabang malang jawa timur.
  • Tahun 1989 cabang mataram NTB .
  • Tahun 1990 cabang Surabaya,cabang gresik,cabang mojokerto.
  • Tahun 1991 cabang hotel sahid Jakarta,cabang AHM TNI-AD Grogol jkt.cabang bandung,cad dili timor-timur.
  • TAHUN 1992 Cabang Lombok timur,Sumbawa,dompu dan bima.
  • Tahun 1993 cabang tasik Malaya cabang ciamis,cabang pandeglang.
  • Tahun 1994 cabang lampung cabang Palembang.
  • Tahun 1996 semua cabang PSBT WP menyatakan bergabung dengan PPSP WPI yang dibentuk di bandung dan sebagai Pembina utamanya IR.GUNTARA DES LAPERTA.

           Dalam perkembanganya ilmu bela diri tenaga dalam ini banyak yang mengklaim dibawah kontrolnya padahal mereka tahu bahwa perguruan ini bukanlah olah raga senam kesegaran jasmani semata,tetapi lebih berurusan pada inner power/ESP yang mana simpul tenaga dalamnya hanya dapat dibuka dengan bantuan Pembina utama perguruan ini atau pelatih yang mendapat mandat dari Pembina utama.

Untuk di Palembang sendiri masih belum mendapatkan informasi tempat latihan dan jadwal latihan mereka saat ini.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...