CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

Kamis, 13 Agustus 2015

Kuntau Didapat dari Pendatang Cina

Kuntau Didapat dari Pendatang Cina
Cover depan film berjudul Kuntau,
produksi Muda Muba Berkarya.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Dikatakan Kms Anwar Beck, Kuntau sebenarnya bukan seni bela diri asli Palembang. Kuntau dibawa oleh imigran-imigran Cina yang sudah ada di Palembang saat masih bernama Kesultanan Palembang Darusalam.

Lalu, masyarakat Palembang mulai belajar kuntau setelah melihat pendatang dari Cina menggunakannya saat melawan penjajah.

"Lambat laun, masyarakat Palembang sudah banyak yang mahir dalam memainkan jurus-jurus Kuntau. Mereka mulai mengajarkan ini kepada orang dekat dengan harapan memiliki bekal perlindungan diri selama penjajah masih berada di Bumi Sriwijaya," kata Anwar, Minggu (9/8/2015).

Secara umum, Anwar mengatakan, bela diri saat itu tidak ada perbedaan, entah itu kuda-kuda atau jurus yang digunakan. Namun, karena Kuntau dibawa oleh masyarakat Cina, Kuntaumemiliki beberapa perbedaan dalam beberapa gerakan. Selain itu, kostum yang digunakan saat belatih Kuntau meiliki ciri khas, yakni berwarna serba hitam mulai dari baju, celana panjang, hingga ikat kepala.

Perbedaan lain, lanjut Anwar, terdapat pada senjata yang digunakan. Saat melakukan kuntau, pelakonnya mengunakan besi bercabang, pisau bermata dua, dan balok. Senjata-senjata inilah yang digunakan untuk melawan senjata api yang dimiliki penjajah dan membuat penjajah sedikit gentar menghadapi pribumi.

Penulis: Refli Permana
Editor: Tarso

Sumber: Sriwijaya Post


Rabu, 12 Agustus 2015

Pelakon Kuntau Siap Hiburan Warga Palembang

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Meski tidak sebanyak zaman dulu, masih ada sekelompok pelakon kuntau di Palembang.

Kms Anwar Beck mengatakan, kuntau terkadang dipertontonkan saat HUT Palembang atau saat acara-acara besar lainnya.

Kelompok pelakon seni ini, yang menurut Anwar ada di kawasan Kelurahan 22 Ilir dan Kelurahan 19 Ilir, masih rutin mempelajari kuntau. Masih ada sejumlah masyarakat yang memelajari bela diri ini.

"Jadi, kalau memang nanti bisa masuk menjadi mata pelajaran, masih banyak narasumber yang bisa dijadikan sumber informasi. Dengan mempelajarinya di sekolah, anak-anak mungkin saja tertarik untuk mempelajari kuntau lebih dalam," kata Anwar.

Penulis: Refli Permana
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post

Selasa, 11 Agustus 2015

Kuntau Bagian dari Perjalanan Sejarah Palembang Darussalam

Kuntau Bagian dari Perjalanan Sejarah Palembang Darussalam
Ilustrasi Silat 
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Bela diri tengah digiat-giatkan menjadi salah satu mata pelajaran di sekolah. Dan, Palembang rupanya memiliki sejarah tersendiri untuk bela diri dan dinilai layak diketahui oleh seluruh siswa di Palembang.
Salah satu pemerhati dan pecinta seni dan budaya asli Palembang, Kms Anwar Beck, mengatakan Palembang memiliki seni bela diri yang sebenarnya sudah ada sejak jaman Kesultanan Palembang Darussalam.

Seni bela diri tersebut dinamakan Kuntau dan didapat dari imigran Cina (sekarang Tiongkok) yang saat itu sudah ada di Palembang.

"Kuntau disebarkan oleh pendatang-pendatang dari Cina. Seiring berjalannya waktu, Kuntau mampu dilakukan oleh masyarakat Palembang dan diajarkan secara rutin kepada keturunan," kata Anwar, Minggu (10/8/2015).

Untuk itu, andai nantinya bela diri dijadikan sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah, Anwar berharap untuk wilaya Palembanvg Kuntau diikutsertakan. Menurut pria yang akrab disapa Yai Beck ini, siswa sebaiknya ikut mengetahui sejarah panjang dari Kuntau.

Besar harapan Yai siswa-siswa tersebut selanjutnya berkenan ikut berlatih kuntau karena bisa membuat diri menjadi sehat disamping untuk melindungi diri.

Yai menjelaskan, Kuntau memiliki peranan penting akan kisah masyarakat Palembang mendapatkan kemerdekaan.

Pasalnya, saat penjajah hendak merebut wilayah Palembang di jaman Kesultanan Palembang Darussalam, Kuntau-lah yang menjadi 'senjata' masyarakat memerangi penjajah. DenganKuntau, masyarakat Palembang tidak gentar melawan penjajah yang saat itu memiliki senjata lengkap menindas masyarakat pribumi.

Penulis: Refli Permana
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post

Sabtu, 01 Agustus 2015

Perguruan Pencak Silat Indonesia Macan Putih





Salah satu perguruan silat yang masih aktif di Palembang adalah Perguruan Pencak Silat Indonesia Macan Putih, di mana mereka melakukan latihan di kawasan sematang borang, sako, Palembang dengan jadwal latihan yaitu hari selasa malam jam 19:00 s.d 21:00 WIB dan minggu pagi jam 07:00 s.d 10:00 Wib.

Bagi yang berminat untuk bergabung dengan perguruan ini dapat langsung kontak dengan nomor dibawah ini : 081271654471


Ujian kenaikan sabuk yang di lakukan oleh Perguuan Pencak Silat Indonesia Macan Putih
Video sumber youtube :




Sumber foto : Perguruan Pencak Silat Macan Putih Palembang
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...