CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

Selasa, 29 Maret 2016

17 Perguruan Pencak Silat Palembang Kepung Gedung SONS

17 Perguruan Pencak Silat Palembang Kepung Gedung SONS
Ketua Harian IPSSI Kota Palembang, HM Akib MSi, didampingi Sekum IPSI M Darlis, Ketua Panitia Adi Apriansyah SSos, saat membuka acara Kejuaraan Antar Perguruan Pencak Silat se-Kota Palembang di Gedung SONS, Sabtu (26/3/2016). 
IPSI Palembang Seleksi Pesilat Tangguh
"Ajang ini sebenarnya merupakan bagian dari seleksi untuk membentuk tim Pencak Silat kota Palembang, Gubernur Cup dalam rangka road to SEA Games akan dilangsung bulan April nanti. Kita butuh atlet putra putri untuk semua kategori tarung terutama untuk C, D, E, F putra, C, D dan E putri, kategori seri putra dan putri,"
Ketua Panitia Pelaksana

Adi Apriansyah SE

SRIPOKU.COM-Menghadapi turnamen pencak silat antara kabupaten/kota Gubernur Cup minggu kedua April 2016 mendatang, IPSI kota Palembang memburu pesilat-pesilat tangguh, dengan menggelar Kejuaraan Antar Perguruan Pencak Silat se-Kota Palembang, 26-28 Maret 2016.

Total 17 perguruan yang ambil bagian yakni, Himssi, PSHT, Tapak Suci, Naga Mas, JBC, MPW, Fisabilillah, Asad,Tanjakan, Asad, Dikapasita, Kera Sakti, Bintang Selatan, Perisai Diri, Satria Mandiri, Garuda Mas Sakti, Popsri, dan Jari Sakti.

"Ajang ini sebenarnya merupakan bagian dari seleksi untuk membentuk tim Pencak Silat kota Palembang, Gubernur Cup dalam rangka road to SEA Games akan dilangsung bulan April nanti. Kita butuh atlet putra putri untuk semua kategori tarung terutama untuk C, D, E, F putra, C, D dan E putri, kategori seri putra dan putri," ujar Ketua Panitia Pelaksana Adi Apriansyah, SE Sabtu (26/3).

Menurut Adi, kejuaraan ini diikuti 100 atlet pencak silat terbaik, ini merupakan seleksi paling efektif karena pelatih dan pengurus bisa langsung menyaksikan kemampuan para atlet silat.

"Kita harapkan kejuaraan antar perguruan se-kota Palembang ini juga menjadi ajang motivasi bagi para pesilat untuk terus giat berlatih, karena ada ajang untuk mengukur kemampuan," jelasnya.
Kegiatan ini sendiri buka oleh Ketua Harian IPSI Sumsel, HM Akib MSi didampingi Sekum Drs M Darlis. HM Akib mengatakan, memberikan apresiasi kepada IPSI Kota Palembang menggelar kejuaraan antar perguruan, ini sangat baik bagi perkembangan pesilat kota Palembang.

"Ini memberikan motivasi mereka untuk mengukur kemampuan, kegiatan seperti sangat baik, kalau bisa kabupaten/kota lainnya bisa meniru apa yang dilakukan kota Palembang," ujar Akib.

Dosen PGRI ini menambahkan, IPSI Sumsel memang memberitahukan kepada seluruh daerah untuk menggelar seleksi, sehubungan dengan digelarnya Gubernur Cup April mendatang. Jika menjadi ajang seleksi untuk menjaring atlet-atlet PON Remaja 2017, dan Kejurnas Pencak Silat 2016 akhir.

"Kota Palembang memang menjadi pusat pembinaan dan menjadi tempat bagi banyak perguruan, jadi sangat baik untuk digelar kejuaraan ini," ujarnya.

M Darlis menambahkan, seleksi dihimbau dengan cara yang benar, baik itu melalui turnamen atau seleksi yang sesuai prosedur tidak asal comot semata."Sejauh ini sudah ada beberapa kota yang menyelsaikan seleksi seperti diantara Musi Rawas, dan ini kota Palembang," jelasnya.


"Ke depan kita harapkan kita mendapatkan bahan baku pesilat-pesilat tangguh untuk dibina dan persiapkan bertarung di tingkat nasional bahkan asia dan internasional," jelas Darlis.

Sabtu, 05 Maret 2016

Hanya Enam Atlet Pencak Silat Sumsel Mendapat Restu ke PON Jabar

Hanya Enam Atlet Pencak Silat Sumsel Mendapat Restu ke PON Jabar
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ikatan Persaudaran Silat Indonesia (IPSI) Sumsel harus puas dengan enam atlet yang dinyatakan masuk dalam skuad PON Jabar, September mendatang.
Meski IPSI sukses meraih 14 tiket dalam Kejurnas Pra-PON dan Porwil, sepertinya hanya enam atlet terbaik saja yang mendapat restu KONI Sumsel.
Riyan Sazali, sebagai atlet Pelatnas tentu diharapkan meraih hasil maksimal di PON.
Bersama Andi pirwanto, Arif, Fikri, Yesi rosdiana dan Agun Subarkah, Riyan diproyeksi harus meraih emas di PON.
Apalagi hal tersebut sebagai bayar utang lantaran silat hanya meraih tiga perunggu di PON Riau 2012 silam.
Sekum IPSI Sumsel, Darlis mengatakan, atlet Silat saat ini yang dipanggil melalui pesan singkat, lantaran belum ada SK resmi dari KONI, untuk masuk dalam Pelatihan Daerah di Wisma Atlet baru enam atlet.
Artinya, delapan atlet Silat lain belum mendapat restu, walau sampai saat ini Darlis mengaku masih berjuang.
Menurut Darlis, selaku Pengurus ia mematuhi apa yang menjadi keputusan KONI, walaupun ia sedikit kecewa.
"Semua yang masuk atlet peraih medali emas dan perak di nomor pertarungan. Untuk seni tidak ada yang masuk. Tapi ada beberapa atlet tarung lain juga tidak masuk. Sebenarnya saya ikut saja, tapi kalau dari pandangan kami, Silat ini olahraga beladiri. Artinya bukan cabor terukur, jadi hasil di PON nanti tidak bisa dilihat saat ini," ungkap Darlis, Minggu (28/2/2016).
Tapi meski hanya enam atlet, Darlis tetap mendorong keenam atletnya untuk meraih medali. Utamanya medali emas yang untuk Riyan yang kini masih masuk Pelatnas.
"Target kita, minimal satu medali emas untuk Sumsel. Juga bayar utang kan, kemarin Riau kita cuma dapat tiga perunggu," pungkasnya.

Selasa, 01 Maret 2016

Perguruan Seni Beladiri Silat Tiga Serangkai



Perguruan Seni Beladiri Silat Tiga Serangkai yang sering disingkat sebagai Perguruan TS merupakan suatu perguruan silat tenaga dalam, berasal dari pulau Madura dan berpusat di suatu desa terpencil bernama Desa Jukong, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Madura. Perguruan TS ini adalah seni beladiri do’a yang terbentuk, digali dan bersumber dari nilai-nilai luhur agama dan budaya bangsa Indonesia. Perguruan ini telah mengembangkan keilmuannya sesuai dengan potensial tenaga dalam yang ada pada setiap tubuh manusia serta melalui kekuatan supra natural atau permohonan dan do’a kepada Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa sehingga dapat dimanfa’atkan untuk berbagai keperluan hidup, baik untuk pertahanan dan ketahanan tubuh ( beladiri ), terapi atau pengobatan suatu penyakit maupun digunakan untuk keperluan-keperluan hidup lain sehari-hari.

Guru Besar ( Pembina ) dan sekaligus sebagai pendiri Perguruan TS adalah bapak Drs.Ec.Sugianto. Beliau seorang yang sangat ramah, sabar, rendah hati dan sangat alim sehingga perguruan ini sangat diminati, disegani dan dihormati masyarakat. Tidak heranlah apabila perguruan ini berkembang sangat pesat ke segala pelosok tanah air.

Menapak tilas berdirinya Perguruan TS ini senantiasa erat hubungannya dengan keberadaan Guru Besar atau bapak Pembina. Sejarah terbentuknya Perguruan TS tidaklah terlepas dari perjalanan dan pengalaman hidup Pembina dalam menggeluti dan menempa diri ilmu-ilmu beladiri, baik ilmu beladiri fisik maupun beladiri non fisik. Berkat pengalaman dan penguasaan ilmu yang didapat itulah menjadikan beliau sebagai seorang Guru Besar yang berwibawa dan kharismatik di mata murid-muridnya. Menurut penjelasannya, sejak kecil Pembina telah malang melintang menggeluti dan mempelajari berbagai macam ilmu beladiri diantaranya adalah perguruan Budi Suci , Lemkari ( karate ), “ Karomah “ , ilmu-ilmu Kanoragan dan lain sebagainya dari berbagai daerah di tanah air. Pada suatu kesempatan, Pembina pernah pula menyerap ilmu beladiri kepada keturunan ke - 9 dari “ Joko Tingkir “ (Sultan Hadiwidjojo, raja Pajang). Peranan paman dan kakek Pembina dari Sumenep - Madura yang masih ada kaitan kerabat dengan “ Bujuk Lanjeng “, “ Bujuk Lampek “, “ Bujuk Mahe “ dan Bindhere Saod, sangat membantu dalam memantapkan serta mewarnai keilmuannya. Dari kakeknya inilah Pembina dididik dan di bina sejak kecil. Ilmu-ilmu yang telah dikuasainya diramu, dipadu, di uji cobakan dan dikembangkan terus dengan tekun serta di ikuti dengan permohonan ( do’a ) kepada Allah SWT, maka terciptalah / lahirlah suatu ilmu beladiri yang mempunyai karakteristik ( kekhususan ) tersendiri. Ilmu beladiri tersebut merupakan “ Ilmu Seni Beladiri Do’a “ yang didalamnya terkandung perpaduan yang solid dari beberapa unsur, yaitu Kemampuan, Pengetahuan, Sugesti dan Etika ( Akhlaqul Karimah ) yang membentuk suatu kekuatan / tenaga yang utuh dan sempurna. Ternyata ilmu seni beladiri do’a tersebut memiliki keunggulan tersendiri yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga maupun masyarakat. Untuk lebih memantapkan dan menyempurnakan ke-ilmuannya, Pembina mengkonsultasikan ilmu seni beladiri do’a tersebut kepada salah seorang gurunya ( ahli ma’rifat ) dari Ledokombo yaitu K.H.Misra’i. Berkat saran guru K.H.Misra’i itu pula, maka Pembina hijrah ke Madura dan mulai mengembangkan ilmu beladiri do’a tersebut.

Pembina pertama kali mengajarkan dan menularkan ilmu seni beladiri do’a tersebut hanya di lingkungan keluarga dan kerabat dekatnya. Tetapi melihat dampak positif dan manfaat yang sangat dirasakan oleh masyarakat serta atas desakan sesepuh / tokoh masyarakat sekitarnya, akhirnya dengan keikhlasan hati yang tulus Pembina membuka diri dan mengajarkannya kepada siapa saja yang betul-betul berminat. Pada tanggal I April 1991 terbentuklah suatu organisasi seni beladiri yang membuka tiga cabang sekaligus dalam waktu yang bersamaan, yaitu Cabang Jukong, Cabang Kalisat, dan Cabang Jember. Guna mengenang dan mengingat hari yang bersejarah itu, organisasi ilmu seni beladiri do’a ini diberi nama “ Perguruan Seni Beladiri Silat Tiga Serangkai “ dan Desa Jukong ditetapkan sebagai Pusat Perguruan TS karena Pembina bertempat tinggal dan berdomisili di Desa Jukong, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan.

Sejak itulah tonggak sejarah Perguruan Seni Beladiri Silat Tiga Serangkai berkembang terus hingga sekarang. Pada tanggal 23 Mei 1991 Perguruan Seni Beladiri Silat Tiga Serangkai terdaftar sebagai Organisasi Kesenian / Kebudayaan pada Kantor Depdikbud Kabupaten Bangkalan dengan Nomer Induk :27/E/2G/I.04.13/C/1991 serta berdasarkan Surat Keputusan Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia ( IPSI ) Kabupaten Bangkalan Nomer : 02/IPSI/ PC.BKL/93/SK tanggal 22 Nopember 1993 secara resmi Perguruan TS ini dinyatakan sah sebagai anggota IPSI Cabang Kabupaten Bangkalan.


Semoga Perguruan Seni Beladiri Silat Tiga Serangkai senantiasa berkarya, utuh, kuat, jaya dan selalu dalam ridho Allah SWT. Amien 
sumber : http://tigaserangkailamongan.blogspot.co.id/

Untuk di daerah Sumatera Selatan sendiri untuk saat ini tempat pelatihan ada di SMK 1 Lempuing, Jaya Ogan Komering Ilir.

Video sumber youtube :



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...