CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

Jumat, 30 September 2016

Himssi Sumsel-Riau Perkuat Barisan

Himssi Sumsel-Riau Perkuat Barisan
Ketua Umum Pengprov Himssi Sumsel, HM Akib, bersama Sekum Helmi Yoga, dan Ketua Umum Himssi Palembang Adi Apriansyah SSos, bersama jajaran pengurus Pengprov Himssi Riau dalam MOU di Universitas Negeri Riau, 23-25 kemarin. 
SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Sebagai perguruan silat asal dan berdiri di Sumsel, Pengprov (Pengurus Provinsi) Himpunan Seni Silat Indonesia (Himssi) Sumsel, terus memperkuat organisasi dengan mendorong berdirinya dan membantu pengurus cabang di provinsi-provinsi lain Indonesia untuk tetap eksis.
Salah satunya adalah melakukan MOU (memorandum of understanding) penyamaan persepasi bersama Pengprov HimssiRiau, 22-24 September 2016.
"MOU ini bentuk penyeragaman materi dan kegiatan ke depan. Kegiatan ini, kita gelar antara pengprov Himssi Sumsel-Riau," kata Ketua Umum Pengprov, MH Akib, Rabu (27/9/2016).
Menurut Akib, yang didampingi Sekumnya Helmi Yoga, bahwa Pengprov Himssi Riau sudah lama berdiri bahkan sekitar tahun 1985. Makanya, ketika mendapatkan undangan dari Riau, dia bersama Sekretaris Umum Pengprov Himssi Sumsel, Helmi Yoga dan Ketua Umum Himssi Palembang, Adi Apriansyah SSos berangkat memenuhi undangan.
"Jadi di sana selain silaturahmi, kita juga menadatangani MOU, kami juga melantik sabuk hitam, total ada 18 pelatih muda, 3 pelatih taruna.
Karena selain MOU, juga berbarengan dengan kegiatan ujian kenaikan tingkat, kejuraan antar kabuaten kota di Riau. Selain itu, digelar pula ziara ke makam guru besar Himssi Riau, Asbudin SAG," jelasnya.
Menurut Ketua Harian Himssi Sumsel ini, dalam kegiatan ini antara Sumsel dan Riau memang digelar pula semacam temu wicara dan diskusi antar kedua Pengda. Dari Riau sendiri dipimpin langsung oleh Ketua Umum pengprov Himssi Riau Mahmud, toko pres di Riau.
"Setelah dilantik, maka kita juga mengundang Kabupaten Riau untuk hadir pada pelaksanaan kemah akbar akhir tahun pada Desember nanti dan mereka siap hadir," jelas Akib.
Sementara itu Adi Apriansyah menambahkan, kegiatan ini sendiri digelar di Universitas Negeri Riau, yang dihadiri seluruh pengurus cabang di kabupaten/kota Riau, kegiatan ini, juga diikuti para generasi penerus Himssi Sumsel dan berjalan lancar, yang dipimpin oleh Ketua Pelaskana Adri SE MSI.
Penulis: Hendra Kusuma
Editor: Hendra Kusuma
Sumber: 

Rabu, 28 September 2016

Ratusan Pendekar Siap Bertarung di Palembang

PALEMBANG – Sebanyak 100 atlet pencak silat dari 27 perguruan di Kota Palembang, siap bertarung dalam Kejuaran Daerah (Kejurda) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Palembang tahun 2016. 

Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari di Jakabaring Sport City (JSC) pada 7-9 Oktober mendatang. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Pelaksana Kejurda IPSI Kota Palembang, Iqbal Tan jung. Menurutnya, ke gia - tan ini dilakukan untuk menyeleksi para atlet yang berasal dari Kota Palembang sebelum bertarung di kejurnas di Jakarta pada 16-21 November mendatang.

“Pelaksanaan ini akan diikuti oleh 100 atlet remaja tingkat SMA sederajat di Kota Palembang. Atlet yang di nyatakan menang akan dikirim pada kejurnas untuk mewakili Sumsel,” jelasnya saat dikonfirmasi KORAN SINDO

PALEMBANG, kemarin. Dijelaskannya, pelaksanaan kejurda ini merupakan agen da tahunan yang dilakukan oleh IPSI Kota Palembang. Dari total atlet yang ber tarung, akan diambil sebanyak 40 orang untuk bertarung pada tingkat selanjutnya, baik propinsi hingga nasional. “Ini merupakan kejurda yang kedua kalinya yang kita lakukan, sebelumnya kita telah melakukan kegiatan yang sama pada bulan Maret lalu,” ujarnya. 

Menurut Iqbal, akan ada tujuh kategori yang akan di pertandingkan dalam kejurda kali ini, mulai dari kelas A-G dengan dua kategori yakni seni dan fighterputra dan putri. Di mana setiap perguruan silat akan mengirimkan satu peserta pada setiap kategori, baik putra mau pun putri. “Harapannya kegiatan jadi tolak ukur atlet dari hasil jerih payah latihan yang dilakukannya selama ini,” jelasnya. 

Sementara itu, salah satu pesilat remaja yang tergabung dalam Perguruan Persau daraan Setia Hati Terate (PSHT) Palembang, Bella mengatakan, dirinya telah menunggu kom - petisi ini sejak lama. Menurutnya, ajang ini menjadi langkah persiapan untuk maju ke tingkat nasional. “ De ngan per siapan beberapa bulan sebe lumnya, kami berharap menjadi modal yang baik agar bisa lolos dan bisa menembus kejurnas,” ucapnya. 

Ditambahkannya, meskipun untuk bisa lolos Kejurnas sangat sulit, namun dirinya tetap optimis bisa mem berikan yang terbaik. “Semoga saya bisa menampilkan aksi terbaik dan berharap kegiatan seperti ini dapat terus diperbanyak setiap tahunnya.

Karena kami bisa mendapatkan wadah untuk mendulang prestasi dalam bidang pencak silat,” paparnya. Terpisah Endy Ramadhan atlet Persinas ASAD yang meraih perak pada Pospeda Prov Sumsel lalu mengaku juga telah melakukan training center untuk menghadapi ke juaraan selanjutnya.


Minggu, 25 September 2016

Ryan Sazali Tambah Perak Sumsel dari Cabor Silat

Ryan Sazali Tambah Perak Sumsel dari Cabor Silat
Pesilat Sumsel, Ryan Sazili, bersama pelatih dan ofisial. Ia harus puas mendapat perak setelah babak final kalah oleh pesilat Jatim pada PON XIX Jabar, Sabtu (24/9/2016). 
SRIPOKU.COM, BANDUNG - Atlet silat andalan Sumsel, Ryan Sazali harus puas pulang dengan medali perak.
Pesilat yang tergabung dalam tim pelatnas itu, bertarung cukup ketat dengan pesilat Jatim.
Meski sempat unggul dengan skor 1-4 di babak kedua, Ryan sedikit kecolongan di babak ketiga dan semua juri memberi kemenangan untuk lawannya.
Berlaga di Graha Satria ITB Jatinangor, alumni PGRI itu berada di sudut biru.
Di babak pertama sempat unggul setelah tendangan dan pukulannya mengenai pesilat Jatim.
Namun di babak terakhir, Ryan harus menerima serangan dari Jatim.
"Maaf belum bisa memberikan emas. Mungkin belum rezekinya. Terima kasih atas doa dan suport semua masyarakat juga utamanya keluarga," kata Ryan.

Penulis: Candra Okta Della
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post

Raih Perak, Ryan Tetap Kecewa dengan Wasit dan Juri

Raih Perak, Ryan Tetap Kecewa dengan Wasit dan Juri
Atlet silat Ryan Sazali saat berlaga di partai final kelas F / P 75 kg putra, melawan Ardi pesilat dari Jatim, Sabtu (24/9/2016) 
SRIPOKU.COM, BANDUNG - Raut kekecewaan Ryan Sazali atlet Pencak Silat Sumatera Selatan, tak bisa disembunyikan. Hal itu setelah dirinya hanya puas mendapat medali perak setelah kalah di final kelas F/P 75 kg melawan Ardi pesilat Jatim.
Berlaga di Graha Satria ITB Jatinangor, Sabtu (24/9/2016), Ryan yang sudah unggul di set pertama harus menerima kekalahan atas Ardi di set ketiga. Mirisnya Ryan yang sudah jauh unggul dalam pengumpulan poin, harus dikecewakan juri dan wasit yang menghitung tendangan pesilat Jatim meski tak mengenai body protect.
"Pertama saya agak kecewa dengan wasit dan juri, okelah hitungan masuk dari Jatim, tapi kenapa poin guntingan dan bantingan tidak masuk hitungan nilai, sudah itu lawan dua kali keluar garis saya tidak dapat poin, " katanya kecewa.
Ia yang juga atlet Pelatnas ini mengatakan, diakui set pertama dirinya mendominasi pertandingan. Namun setelah adanya pengurangan poin karena melakukan kesalahan, dia mengaku mulai hilang fokus. "Ya mudah-mudahan kedepannya wasit dan juri lebih fair lagi," ungkapnya.
Diakui dirinya ditargetkan untuk medali emas, namun tidak terlalu kecewa setelah meraih hasil perak dan mendapatkan bonus dari Danrem. "Setelah PON saya akan kembali ke Pelatnas, rencana tanggal 1 Oktober nanti ke pusat latihan," katanya.
Editor: Welly Hadinata

Penulis: Candra Okta Della
Editor: wartawansripo

Sumber: Sriwijaya Post

Minggu, 11 September 2016

Pesilat UPGRI Palembang Rebut Juara Umum

Pesilat UPGRI Palembang Rebut Juara Umum
Rektor UPGRI Palembang,Syarwani Ahmad mengangkat gelar juara umum pencak silat yang diraih mahasiswa di Aula Perpustakaan UPGRI, Rabu (7/9/2016). 
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Prestasi membanggakan ditunjukkan oleh atlet pencak silat Universitas PGRI (UPGRI) Palembang menjadi juara umum dalam kejuaraan Pencak Silat Antar Perguruan tinggi se Sumsel di Atrium Palembang Indah Mall, 5-7 Agustus kemarin.
Dalam single event bergengsi antar mahasiswa itu, kampus biru mampu menyabet empat medali emas, satu perak dan satu perunggu.
Atas prestasi yang direbut, pihak kampus memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para atlet yang membawa nama harum UPGRI di Bumi Sriwijaya.
Rektor UPGRI, Syarwani Ahmad mengatakan, pemberian penghargaan kepada para atlet merupkan apresiasi untuk semakin meningkatkan kemampuan atlet ke depannya.
"Selamat kepada peraih medali. Penghargaan ini memang tidak seberapa, tapi apresiasi kita terhadap prestasi yang diraih oleh para mahasiswa," katanya usai memberikan penghargaan kepada para atlet di Aula Perpustakaan UPGRI Jalan A Yani Palembang, Rabu (7/9/2016).
Tak hanya berprestasi di dalam daerah saja. Bahkan di kejuaraan Invitasi Pencak Silat Internasional open yang digelar oleh pemprov DKI Jakarta di Gedung Olahraga Ciracas, 11-16 Mei lalu dua pesilat UPGRI, Tri Bintang Utomo kelas E Putra dan Sulis Tiarini kelas C putri masing merebut medali perunggu.
"Prestasi PGRI tidak perlu diragukan lagi. Di ajang Pomda saja kita beberap kali juara umum. Maka dari itu kita memang benar-benar serius membina atlet," tegas dia.
Syarwani berpesan kepada para atlet UPGRI jangan cepat puas diri. Sebab, pada tahun 2017 ada beban berat yang telah menanti di ajangan Pekan Olahraga dan Seni Mahasiswa (Porsenasma) yang bakal digeber di Bumi Sriwijaya.
Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...