CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

Rabu, 13 Desember 2017

Persatuan Pentjak Palembang (PPP)

Sumber foto : FB Andi Syarifuddin Kemas

Pd masa kolonial dibentuklah organisasi "Priaji Fonds" th 1929 sebagai wadah pelestarian pencak Palembang ini. 

Sedang dimasa kemerdekaan berdiri pula "Persatuan Pentjak Palembang" (PPP) dlm th 1951 yg juga salah satu visi misinya melestarikan pencak asli Palembang. Sebagai guru besarnya adalah Raden Abdul Hamid bin R.Adnan atau lebih dikenal dg sebutan Cek Mid Ternate (w.1969). 

Organisasi ini yang merupakan salah satu dari cikal bakal berdirinya IPSI Palembang.

Selasa, 21 November 2017

Porprov Sumsel 2017 Cabang Pencak Silat

Beberapa cuplikan pertandingan pencak silat saat event Porprov Sumsel 2017 November 2017

porprov sumsel 2017 cabor pencak silat Kab. OKI VS Kab. OI

Sumber : Youtube  aris saifudin

Porprov palembang vs musi rawas,palembang sudut biru

Sumber : Youtube  Siti Hawa

Porprov Sumsel Pencak silat seni ganda putri

Sumber : Youtube eric sanjaya

Porprov Sumsel Pencak silat seni ganda putra

Sumber : Youtube Kuswanto STP



Kamis, 09 November 2017

Perguruan Pencak Silat Cimande Kilat



SEJARAH
PERGURUAN PENCAK SILAT CIMANDE KILAT INDONESIA

TENTANG SILAT CIMANDE

Sebenarnya apa sih pencak silat Cimande itu? Cimande adalah jenis pencak silat yang mengandalkan tangan kosong untuk membela diri. Dalam arti, gerakan-gerakan yang dilakukan seorang pendekar menjadi gerakan yang mengeksploitasi ang-gota tubuh manusia sebagai anugerah Tuhan.

Bahwa ada juga jurus atau gerakan yang menggunakan tongkat, itu lebih dimaksudkan sebagai simbol pengakuan: tubuh manusia, khususnya kedua tangan tetap saja memiliki berbagai keterbatasan. Selain membentuk kekuatan fisik, silat Cimande juga membentuk kekuatan batin dengan meningkatkan rasa kepercayaan diri dan menimbulkan kerendahan hati. Sebenarnya, makna yang terkandung dalam ilmu silat Cimande adalah penjabaran dari sebuah filosofi yang menuturkan bahwa di atas langit masih ada lagi langit lain yang lebih tinggi. Di atas puncak gunung, ada puncak gunung yang lebih tinggi. Sehebat apapun manusia, pasti ada manusia lain yang lebih hebat dan kuat. Dengan dasar filosofi itulah ajaran silat Cimande menuntun seseorang menjauhkan diri dari sifat kesombongan.

Awalnya silat Cimande dipopulerkan oleh Abah Kahir. Dialah yang pertama kali menciptakan aliran Cimande. Lelaki yang hidup sekitar abad ke-17 dan tinggal di tepian sungai Cimande, Bogor, Jabar ini, menurut cerita, menciptakan jurus berdasarkan gerakan seekor monyet dan harimau. Inilah yang menjadikan Cimande menjadi terkenal dengan pencak silatnya. Bahkan sudah terkenal dengan nama silat Cimande.

Pahlawan Betawi yaitu Si Pitung dipercaya juga berasal dari aliran perguruan silat ini. Mbah Khair juga memiliki murid bernama Mbah Datuk dan Mbah Jago dari Sumatera Barat. Kemudian keduanya menyebarkan silat Cimande di tempat mereka berasal, sehingga bisa dikatakan bahwa Pencak Silat Cimande adalah saudara tua dari pencak silat, termasuk Silek Minang yang berasal dari Sumatera Barat.

CIMANDE KILAT

Cimande kilat yang ada di Palembang sendiri di bawa oleh ustad Ahmad Syafe’i yang merantau dari tanah kelahiranan beliau di Karang Agung kabupaten Banyuasin - Sumatera Selatan yang di tempuh cukup lama dengan perjalanan sungai dengan menggunakan speedboat.

Di daerah Karang Agung ini  ustad Ahmad Syafe’i mempelajari ilmu dan tehnik silat Cimande kilat ini dari guru beliau bernama Wak S’ian bin Anam atau yang sering di panggil dengan engkong  (yang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu) yang di pelajari hampir setiap malam bersama beberapa murid beliau yang lainnya.

Wak S’ian belajar ilmu cimande kilat ini dari bapak beliau yaitu Anam bin Pulan di mana asal beliau dari rawa belong, Jakarta Barat di sini guru Anam menimbah ilmu dari guru beliau di di mana salah satu dari sanad gurunya bernama Madisa bin Pulan yang masih memiliki kekerabatan dengan jawara betawi si pitung selain dari siti sari binti pulan.

Ustad Ahman Syafe’i tidak hanya belajar tehnik silat Cimande kilat saja tetapi belajar juga ilmu kebatinan dan tehnik pengobatan yang juga di ajarkan oleh guru beliau Wak bawi bin pulan atas petunjuk dari guru Wak S’ian bin Anam. Dan dengan adanya keahlian ini banya membantu warga di 13 ilir dan sekitarnya  dalam hal pengobatan, selain itu ustad Ahmad Syafe’i juga memiliki keahlian dalam membaca Al-Quran sehingga tidak heran jika beliau sering di undang dalam acara-acara resmi maupun tidak resmi sebagai Qori dan di keseharian beliau juga sering di minta untuk mengajar mengaji di kediaman beliau.

Cimande kilat ini memiliki kembangan sebanyak 12 kembangan dan isian atau tehnik bertarung juga sebanyak 12 isian. Kecepatan dan kejelian dalam penggunaan kembangan atau isian sehingga kita bisa merasa rill di dunia pertarungan.

Cimande kilat di Palembang sendiri sebenarnya sudah ada +/- 15-20 tahun yang lalu di mana saat itu yang latihan masih di dominasi oleh anak-anak majelis taklim di kawasan 10 ilir , 13 ilir dan 5 ilir, ini di karenakan karena Ustad Ahmad Syafe’i juga aktif di dalam majelis taklim tersebut.

Tapi pelatihan ini tidak bertahan lama karena sistem yang belum terorganisasi dan belum ada organisasi resmi sehingga keluar masuk anggota cepat sekali padahal anggota aktif saat itu sudah mencapai 50 orang, dengan beberapa tempat pelatihan seperti di makrayu, sultan syahrir dan plaju dan beberapa tempat lainnya.

Senin, 11 September 2017

Jumat, 04 Agustus 2017

Pencak Silat Maung Bodas

SEJARAH SINGKAT “ PENCAK SILAT MAUNG BODAS “.
PENCAK SILAT MAUNG BODAS ( HARIMAU PUTIH ) pertama kali didirikan di Sumatera Selatan tepatnya di Jl. Ki Marogan, Lr. Wijaya, Rt 35, Rw 07, Kel. Kemang Agung, Kec. Kertapati Palembang, Sumatra Selatan. Pencak silat maung bodas berasal dari tanah jawa yang diambil dari KERAJAAN SILIWANGI. Tehnik dan gaya bertarung pendekar Pencak silat maung bodas seperti seekor maung putih ( harimau putih). Pencak silat maung bodas pertama kali terbentuk di Sumatera Selatan pada tanggal 21 Januari 2016 di kota Palembang.

Guru Besar pencak silat maung bodas sendiri bernama Abah Sutarjo yang lahir di Palembang pada tanggal 06 Juni 1960. Makna dari pencak silat maung bodas ( harimau putih ) sendiri terinspirasi dari gerakan harimau yang pemberani, tegas, gesit, lincah, dan tangguh namun sangat menyayangi keluarga. Sedangkan kata bodas berarti putih yang melambangkan  kejerniahan hati, budi pekerti yang luhur, dan suci.


Pencak silat maung bodas ( harimau putih ) memiliki beberapa tahapan agar menjadi seorang pendekar  yang tangguh, gagah, dan berwibawa serta menjunjungi tinggi sopan santun dan nilai-nilai moral. Pencak silat maung bodas sendiri bertujuan untuk masyarakat banyak tanpa melihat ras dan agama, dan tentunya pencak silat maung bodas sendiri di didirikan bertujuan untuk dapat mengharumkan nama pencak silat Indonesia di luar negeri maupun di dalam negeri terutama pencak silat maung bodas ( harimau putih ) itu sendiri.

KELUARGA BESAR PENCAK SILAT MAUNG BODAS 
Open reqruitment Pencak Silat Maung Bodas 
Menerima pendaftaran setiap hari 
Lokasi pendaftaran    : Jl.Kimerogan Lr.wijaya 5 Rt.35 Rw.07 Kec.Kertapati Palembang 
Formulir pendaftaran : Rp.50,000 
Biaya 1x latihan         : Rp.5,000 
Lokasi latihan            : Jakabaring 
Waktu latihan             : Malam kamis & malam minggu 
Pukul                          : 20.00 wib  
Persyaratan latihan     : Baju kaos & celana training ( bagi yang belum memiliki seragam PSMB) 
Bagi yang kurang jelas hubungi di nomor 08993795103 

SETIAP MURID DATANG DI TEMPAT, DI DIDIK ,DI LATIH UNTUK MENJADI PENDEKAR SEJATI BANGSA!!!

Sumber : http://psmaungbodas.blogspot.co.id/

Senin, 24 Juli 2017

Seni Beladiri Pencak Silat Jatayu


SEJARAH PENCAK SILAT JATAYU

Aliran ini adalah olah kanuragan gerak beladiri yang diciptakan melalui suasana alam semesta dan isinya. Olah kanuragan ini dimasa dahulu kala, pada zaman kerajaan majapahit mulai dikenal dengan gerak pleret yang dimiliki dan dipelajari oleh sespuh patih "Gajah Mada" sebagai panglima perang yang mana beliau memiliki/belajar pada sesepuh Yai Panunggal. Dalam belajar olah kanuragan berteman yang bernama sesepuh Singolawe. Pada masa runtuhnya kerajaan Majapahit, Gajah Mada wafat dan tak seorang pun beliau menurunkan dan mengajarkan olah kanuragan tersebut dalam pengembaraannya dan beliau mengajarkan seluruh kemampuan yang dimiliki secara perorangan dengan suatu harapan yang diamalkan akan tidak hilang dimasa akan datang.

Dalam masa penjajahan Belanda olah kanuragan ini dilarang untuk diajarkan dan dimiliki oleh orang pribumi, setiap ada kelompok yang berlatih olah kanuragan selalu dibubarkan dan dikejar-kejar karena pada waktu itu ada sekelompok pemuda desa yang memiliki olah kanurgan selalu mengacau patroli-patroli Belanda, oleh sebab itu banyak orang-orang pribumi ditangkap, disiksa secara tangan terikat lalu ditarik pakai kuda, juga banyak ditembak mati. Belanda mengecap kelompok ini sebagai gerombolan dan perampok.

Olah kanuragan ini lambat laun tidak berkembang dan hampir punah/musnah, secara sembunyi-sembunyi mereka belajar dan menekuni olah kanuragan ini dengan jumlah orang yang sangat terbatas. Dari generasi olah kanuragan ini hampir musnah. Kebetulan salah satu pewaris (ntah generasi berapa) dalam penjajahan Jepang beliau mengajarkan kepada pemuda-pemuda desa di Jawa Tengah yaitu yang bernama Mangun Negoro dan diturunkan pada sesepuh Soebarni Ponco Sekti cikal bakal perguruan seni beladiri Pencak Silat Jatayu dengan aliran pleretnya. Untuk perkembangan aliran pleret dibentuk lah olah kanuragan yang disebut Jatayu. Diwilayah Sumatra Selatan ditindak lanjuti oleh salah satu muridnya yaitu Bambang Semeidi pada tahun 1979, Perguruan Jatayu aktif melatih dan mendidik pemuda-pemudi diwilayahnya yaitu Sumatra Selatan,Palembang. Dengan minatnya oemuda-pemudi belajar mengenal olah kanuragan beladiri pleret, maka dengan kesepakatan bersama pada tanggal 15 Mei 1981 dibentuk susunan pengurus yang mana Bambang Semeidi menjadi Guru Besar dari Perguruan Jatayu dan terdaftar pada IPSI padatanggal 12 Mei 1982 di Palembang.


Puji syukur kehadirat tuhan dalam perkembangannya seni olah kanuragan ini yang bernama Seni Beladiri Pencak Silat Jatayu cukup mendapat aspirasi dari generasi muda khususnya anggota untuk mencapai prestasi dalam belajar dan mengikuti kejuaraan antar kecamatan antar perguruan dan antar daerah yang diselenggarakan oleh IPSI.

Sekiranya tuhan dapat melimpahkan naungannya menuju keberhasilan yang kami inginkan dan cita-cita bersama untuk membina, mewariskan budaya nenek moyang pada generasi muda menuju keteladanan yang baik.

Arti dari JATAYU sebagai berikut :
JA   : Tegak
TA   : Hening, Bersih (Suci)
YU  : Batin 

Yang artinya selagi hidup berjalanlah kepada kebenaran dan kesucian batin, tegar (kokoh) dalam melaksanakan kejujuran dan kebaikan .
Pantun Leluhur :
Semut berbaris begaikan tali 
Panjang melengkung selalu teratur 
Sapaan dan senyuman selalu bertemu
Bila terganggu gajah pun akan berlari

Adapun pantun ini petuah/nasehat pada generasi muda-mudi yang mengenal olah kanuragan aliran pleret. Dari pantun tersebut tersimpul sifat gotong royong, sifat ramah tamah, sifat kerja sama, sifat disiplin dan sifat kejujuraan.
IKRAR PERGURUAN PENCAK SILAT JATAYU
Kami pendekar putra dan putri Indonesia berpegang teguh kepada :
1. Tuhan yang maha esa
2. Disiplin dan jujur
3. Membantu dan menolong, tidak mengharap imbalan jasa
4. Berjiwa tabah dan berani
5. Dapat menguasai diri
6. Kesatria dan sopan
7. Setia pada bangsa dan tanah air Indonesia
PUSAT PELATIHAN PENCAK SILAT JATAYU
PUSAT SEKRETARIAT : JL.NUANSA BARU RT.12 RW.03 SEKOJO UJUNG JL.TANSA TRISNA KEL.SRIMULYA KEC.SEMATANG BORANG, PALEMBANG SUMATRA SELATAN.

CABANG JATAYU     : JL.KIMEROGAN LRG.WIJAYA (WIJAYA 5 ) RT.35 RW.07 KEL.KEMANG AGUNG KEC.KERTAPATI, PALEMBANG SUMATRA SELATAN.

Perguruan Pencak Silat Jatayu salah satu wadah pembinaan olahraga, budaya pencak silat peninggalan leluhur berkedudukan di Sumatra Selatan khususnya di Palembang.

Perguruan Pencak Silat Jatayu bersifat kekeluargaan, persaudaraan dan kemasyarakatan yang mengurah kepada kejujuran dan tidak berafiliansi kepada golongan dan politik.

Perguruan Pencak Silat Jatayu melakukan aktifitas pembinaan menuju pembentukan moral, mental spritual generasi bangsa.

 Perguruan Pencak Silat Jatayu/Pengurus dan anggota menghargai semua aliran seni beladiri pencak silat baik dalam bentuk beladiri lainnya, serta menjalin hubungan baik dengan aliran perguruan beladiri lainnya dan hubungan baik dengan pemerintahan dan lembaga keolahragaan yang ada.

Berminat untuk bergabung hubungi :
0821-7707-1666 ( Bpk.Bambang Semeidi)
0812-7334-4671 ( Bpk Sutarjo )

Sumber : https://pencaksilatjatayu.blogspot.co.id/


Senin, 12 Juni 2017

Salah Satu Pendiri Organisasi IPSI Palembang


Mang Oding seperti itulah beliau di panggi pesilat yang memiliki nama lengkap ZAINUDDIN AHMAD RAJO sangat terkenal di kawasan 19 ilir karena kerendahan hati beliau dan mumpuninya keilmuan beliau dalam ilmu silat, beliau juga salah satu pendiri dari perguruan pencak silat asli palembang POPSSRI (perguruan olaraga pencak silat sriwijaya) yang masih eksis sampai dengan saat ini,.

Beliau juga berperan dan berjasa besar dalam berdirinya IPSI  (ikatan pencak silat seluruh indonesia) Palembang bersama pesilat-pesilat lain , yang sampai saat ini masih terus menaungi perguruan-perguruan silat yang ada di palembang.

Sumber : https://www.facebook.com/satar.kando

Jumat, 19 Mei 2017

Tradisi Kecer

Kecer/ Tutu/kucur/ Peureuh artinya di tetesi dengan air menggunakan media daun sirih yang di celupkan di dalam air, kecer umumnya menggunakan daun sirih tetapi ada juga yang menggunakan cabe, ujung belati tajam dan jeruk nipis.

Dalam tradisi aslinya kecer adalah tradisi yang di lakukan untuk penerimaan siswa baru dari perguruan silat,  dan tradisi kecer ini hampir tidak di temukan pada aliran silat lain seperti di sumatera barat dan daerah lainnya.

Pada saat ini banyak perguruan silat yang menggunakan tradisi kecer ini sebagai penerimaan siswa baru, dan jika di runut silsilah keilmuannya masih menjurus ke aliran Cimande bumi pasundan.

Kecer Sumber : http://customink.com/
Tradisi kecer ini  berasal dari silat aliran Cimande jawa barat dimana setiap calon anak muridnya melalui prosesi ijab kabul patalek, doktrin ini kemudian berfungsi sebagai sandi tata-krama, tata-dharma (kode etik), serta falsafah hidup yg harus dipegang teguh dan setia terhadap talek tersebut.

Prosesi ijab kabul patalekan ini dirangkaikan dengan ritual keceran. Secara harfiah Kecer atau Peureuh berarti meneteskan obat ke dalam mata, sedangkan yang dimaksud dengan keceran adalah meneteskan “Air Kecer” ke dalam mata calon anak murid oleh Sang Guru yang menjadi simbol: komitmen anak murid untuk tetap setia memegang teguh nilai-nilai yang terkandung dalam Talek Cimande, dimulainya ikatan batin antara Guru dan Murid, serta menjadi tanda sah dan diakuinya seseorang secara adat sebagai anak murid Cimande.

Berdasarkan amanat para sesepuh, prosesi sebaiknya dilakukan di awal (sebelum proses berlatih). bahkan ada sebuah pepatah populer di dalam komunitas Cimande, yg berbunyi, “ngagugulung buang kelid bari teu ditalek sarua jeung ngagugulung bangke.” (menggeluti penca Cimande tanpa melalui patalekan ibarat orang yg berkutat dg bangkai. “jasad tanpa ruh di dalamnya”)

Pada aliran silat betawi , kecer ada yang mengguanakan cabe, belati tajam dan jeruk nipis yang di belah menjadi 2 dan di kecer/ dikucurkan di mata.  Tutu mata (jika kita mengutip istilah perguruan silat Cingkrik Rawa belong), atau dalam bahasa lain disebut juga kecer adalah meneteskan mata para murid (juga berlaku untuk semua hadirin) dengan cairan yang diramu khusus oleh Guru Besar silat. Tujuannya untuk membersihkan kotoran pada mata dan menghilangkan penyakit. Makna filosofis lainnya adalah adanya kewajiban untuk selalu membersihkan diri lahir dan batin

Apa Fungsi Dari Kecer

Secara filosofi bahwa kecer sebagai perlambang untuk membersihkan lahir dan batin agar murid baru dari perguruan silat tersebut dapat melihat dengan mata dan hati yang terbuka juga atas ilmu yang di pelajarinya.
Tetapi secara jasmani bahwa kecer itu seperti kita melakukan gurah mata, seperti orang pada zaman dahulu sering membersihkan mata menggunakan air sirih, tidak ubahnya seperti itu kecer juga di lakukan biar penglihatan lebih terang dan mata lebih jernih, Dan kecer ini juga di percaya dapat melihat kilatan ujung pisau atau golok pada saat melakukan permainan atau tarung dengan menggunakan senjata.

Sumber : 

Jumat, 05 Mei 2017

Abas Akbar, Legenda Pencak Silat Indonesia

Foto Abbas Akbar sumber FB Abas Akbar
Nama Lengkap : Abas Akbar
Nama Panggilan : Abas
Tempat/Tgl Lahir : Jakarta, 6 November 1973

Prestasi Yang Telah Diraih
– Emas Kejurnas Junior 1986 Bali
– Perak Kejuaraan Dunia 1992 Jakarta
– Emas Sea Games XVII 1993 Singapura
– Emas PON 1993
– Emas Kejuaraan Mahasiswa 1994 Medan
– Emas Kejuaraan Dunia 1994 Thailand
– Emas Kejuaraan Senior 1995 Jakarta
– Emas Sea Games XVIII 1995 Chiang Mai
– Emas PON 1996
– Emas Kejuaraan Mahasiswa 1996 Makasar
– Emas Sea Games XIX 1997 Jakarta
– Emas Sea Games XX 1999 Berunai Darusalam
– Emas PON 2000
– Emas Kejuaraan Dunia 2000
– Emas Sea Games XXI 2001 Kuala Lumpur
– Emas Kejuaraan Dunia 2002
– Emas PON 2004


Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB.IPSI) sudah banyak menelorkan pencak silat berprestasi termasuk menjadi juara dunia. Namun nama Abas Akbar tentu cukup fenomenal.Rendah hati dan selalu mengoreksi diri sudah menjadi cermin hidup seorang Abas.

Pesilat kelahiran Jakarta 6 Nopember 1973 dari pasangan Dja’far Hattamarasjid (ayah) dan Marice (ibu) ini dalam setiap bertanding selalu mengutamakan kejujuran dan sportivitas. Kemenangan dan menjadi juara adalah sesuatu hal yang tak begitu penting. Buat apa meraih sebuah kemenangan dengan cara-cara tidak jujur atau jauh dari sportivitas. Artinya kita harus menang tanpa lawan merasa disakiti. ‘’Prinsipnya, lawan jusru harus dibuat tunduk secara terhormat dan bukan penasaran karena kalah atas kecurangan,”katanya.

Foto Taslim Indra.
Kejurnas Tapak Suci antar Perti univ.Brawijaya 1995
Sumber FB Abas Akbar
Dalam setiap bertanding pun Abas senantiasa ingin tampil bagus sehingga wasit dan juri akan simpatik dan penonton juga turut simpatik. Caranya dengan hanya satu main sportif dibarengi teknik tinggi. Bahkan saat menang pun, Abas selalu introspeksi diri. Karena dia tak ingin menang sementara lawan protes dan penonton pun tak puas. Introspeksi atau koreksi diri itu penting apakah kemenangan itu meragukan atau untung-untungan.

Kemenangan demi kemenangan yang kita capai sampai akhirnya menjadi juara sesungguhnya menjadi alat atau media untuk mengukur sejauhmana kita sudah menguasai latihan. Sebab, kerap kali antara hasil latihan dengan hasil akhir dalam suatu pertandingan tak sama. Melalui koreksi itu pula Abas akan segera mengetahui kesalahannya sehingga pada arena berikut tampil lebih baik lagi. “Pokoknya setiap kemenangan bagi saya untuk mengoreksi diri saya. Sedangkan arti kekalahan bagi saya justru sebagai motivasi untuk memacu diri agar lebih berlatih dan memperbaiki kekurangan,” katanya.
Mengenal olahraga silat sejak duduk di bangku SD kelas 4 tahun 1983. Saat itu Abas sudah serius berlatih. Awalnya dulu di sekolah Abas dikenal suka berkelahi dan bandel. Orang tuanya justru menyuruh untuk bergabung berlatih silat. Dua tahun berlatih, Abas yang di lingkungan keluarganya dijuluki pendekar lincah ini langsung meraih prestasi.

Pada Tahun 1985, tatkala Abas berusia 11 tahun sudah berpredikat juara nasional junior di Bali. Abas kemudian menceritakan memilih silat karena senang melihat latihan bela diri.Selain itu Pencak Silat mengajarkan ketaqwaan, kejernihan berpikir, mental dan mempertebal iman. Sebab pencak Silat umumnya membimbing insan ke jalan Tuhan Yang Maha Kuasa. Dengan akhlak yang baik, kita dapat menjaga diri dengan baik pula. Abas beranggapan bahwa dengan Pencak Silat, selain berolahraga juga mengisi rohani dan keagamaan. Pencak Silat menurut Abas memiliki teknik yang lengkap. Mulai dari bantingan hingga tendangan ada pada pencak silat. Oleh karenanya, sejak total menggeluti cabang ini, Abas berjanji pada diri sendiri bahwa Pencak Silat itu adalah bagian dari kehidupannya.

 ‘’Kalau bisa terus berprestasi, saya tentu menggeluti dunia silat sampai seumur hidup ini.Karena itu saya berusaha menjaga kondisi secara maksimal,”papar karyawan Bank Sumsel ini.
Abas juga tak melupakan jasa kedua orang tuanya khususnya ayahnya. Ayahnya Dja’far paling berjasa dalam karir dan prestasinya selama ini.

Foto Muhammad Abdul Jabar.
Sumber FB Abas Akbar
Dan dari seabrek prestasi yang telah direbutnya selama ini, Kejuaraan dunia tahun 1994, merupakan kejuaraan yang paling berkesan .Sebab pada saat itu di final kelas 55-60 kilogram, Abas bertemu dengan pesilat tuan rumah yang juga merupakan juara Thaiboxing, Apichat Sudamar dari Thailand. Pertandingan itu disaksikan Prabowo Subianto yang kini Ketua Umum PB. IPSI serta sejumlah petinggi Thailand lainnya.


Abas mengetahui kalau olahraga Thaiboxing itu merupakan olahraga keras yang dapat menghancurkan kaki dan muka. Namun Abas tidak gentar sedikitpun.Walaupun dengan muka berdarah dan kaki serasa hancur, Abas dapat memenangkan partai final itu. Ternyata silat dapat mengalahkan olahraga tradisional Thailand. Faktor penting dalam menghadapi pertandingan yaitu persiapan diri, termasuk pakaian harus bersih .Ibarat Prajurit, segala keperluan harus dipersiapkan sebaik-baiknya. Abas tak lupa memohon lindungan Tuhan. ‘’Dengan Penampilan baik, seperti rambut, pakaian bersih akan menambah percaya diri dan keyakinan,” tutur Abas.

Sumber tulisan : https://sil4t.wordpress.com/

Senin, 17 April 2017

Film Surau dan Silek


Adil (11th) adalah seorang anak yatim yang sangat menginginkan Ayah nya masuk surga dengan cara menjadi anak yang shaleh. Di saat yang bersamaan Adil juga sangat berambisi memenangkan pertandingan Silat di kampungnya. Ambisi Adil ini di dasari oleh kekalahan yang di alaminya pada pertandingan periode sebelumnya. Adil di kalahkan oleh Hardi (11Th) dengan kecurangan. Namun hal ini tidak di akui oleh Hardi. Karena menurut Hardi, Adil hanya mencari-cari alasan atas kekalahannya. Teman seperguruan Adil yang juga merupakan sahabatnya; Dayat (11th) dan Kurip (11th) ikut mendukung upaya membalaskan dendam kekalahan tersebut. Dengan semangat yang tinggi mereka mempersiapkan diri menuju pertandingan berikutnya yang akan di adakan 6 bulan lagi.

Literasi Masyarakat Minang dalam Film "Silek dan Surau"

Dalam masa persiapan tersebut tiga sekawan; Adil, Dayat dan Kurip mengalami berbagai rintangan; Mulai dari guru silat mereka Rustam (27) yang pergi merantau, keinginan Adil untuk menjadi anak shaleh yang kadang bertentangan dengan ambisinya, pertikaian yang terjadi di antara Tiga Sekawan dalam memandang makna silat, Hardi dan kawan-kawan yang selalu membully Adil, Dayat dan Kurip serta pencarian guru silat pengganti yang gagal disaat waktu menuju pertandingan terus berjalan. 

Rani (11th) merupakan teman sekolah Tiga sekawan (Adil, Kurip dan Dayat). Rani yang mengagumi Adil secara diam diam berusaha untuk mencarikan solusi terhadap kegalauan yang di hadapi oleh teman-temannya. Berkat usaha Rani inilah semua rintangan yang di hadapi oleh Tiga sekawan ini dapat teratasi. Berhasilkah Tiga Sekawan menemukan guru silat serta memenangkan pertandingan?
.
Cast
@Dewiirawan13
@gilangdirga
@komoricky
@praz_teguh
Yusril Katil – Razy – Bintang Khairafi – Bima J – Randu – Fauquelin Barry Cheln
Director @arief_malinmudo

Sumber : http://mahakaryagroup.co.id/

Rabu, 12 April 2017

Tari Kundur


" Tari Kundur "
Pelestarian khazanah seni budaya tradisional Pencak Silat Kuntau Palembang. 

Kundur adalah salahsatu jenis alat senjata tradisional tempo doeloe.

Video by : https://www.facebook.com/andi.s.kemas...

Sabtu, 01 April 2017

Video Pencak Palembang



Pencak Palembang .... dalam acara Betanggem yang di motori oleh Ustad KH. Taufik Hasnuri, ustad KH. Nurdin Mansyur, Ustad Kms. H. Andi Syarifudin, acara yang di selenggarakan dalam rangka menyemarakan HUT RI tahun 2016 di ikuti juga oleh beberapa perguruan silat yang ada di Palembang  yang di selenggarakan di padepokan ustad KH. Taufik Hasnuri di pedatuaan laut 12 ulu Palembang

Video by : https://www.facebook.com/Harris.entertain

Selasa, 21 Maret 2017

Ishak Mekki: Pencak Silat Masih Diminati Generasi Penerus Sumsel

Ishak Mekki: Pencak Silat Masih Diminati Generasi Penerus Sumsel

KORDANEWS – Sebagai negara besar, Indonesia banyak memiliki warisan budaya yang mendunia. Salah satu warisan budaya tersebut adalah pencak silat ilmu bela diri yang menjadi ciri khas Indonesia umumnya dan Sumatera Selatan khususnya. Dalam hal ini masyarakat provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sendiri masih menunjukan kecintaanya terhadap seni bela diri pencak silat, terbukti dengan dilaksanakanya Napak Tilas HIPSI (Himpunan Pencak Silat Indonesia) kota Palembang yang berlangsung di Komplek Ilir Barat Permai, Minggu (19/03).

Kerajaan-kerajaan besar, seperti Sriwijaya pada masa kejayaanya disebut-sebut banyak memiliki pendekar-pendekar besar yang menguasai ilmu bela diri yang mumpuni dan dapat menghimpun prajurit-prajurit. Itulah mengapa pencak silat diakui ilmu yang mendarah daging dari warisan budaya.

Napak tilas yang dihadiri lebih dari 400 pendekar dari 30 perguruan ini tampak bersemangat menyambut kehadiran Ketua IPSI Sumsel yang juga Wakil Gubernur Sumsel H. Ishak Mekki. Wakil Gubernur dalam kehadirannya membuka dan melepas langsung kontingen Napak Tilas HIPSI Sumsel, acara juga dilanjutkan dengan rapat kerja ke III IPSI Kota Palembang.

Sebagai Ketua Umum IPSSI Sumsel, Ishak Mekki memberikan dorongan dan semangat kepada kontingen-kontingen pencak silat IPSSI Sumsel, untuk tetap mempertahankan pencak silat yang pernah menduduki masa kejayaan ini.

Sehubungan dengan tema yang digagas, pencak silat menyongsong Asian Games, diharapkan pencak silat dapat ambil bagian dalam event internasional tersebut.

“Harapan kita pencak silat salah satu cabang olahraga yang ditampilkan, supaya di pesta akbar nanti pencak silat mendapatkan juara, jangan sampai negara luar yang mendapat juara, kan pencak silat ini milik kita”
harapnya.

Menanggapi tidak adanya padepokan untuk berlatih pencak silat, dikatakan Ishak saat ini Pemerintah provinsi Sumsel sedang membangun Convention Hall di Jakabaring Sport City (JSC) untuk bisa digunakan berlatih pencak silat.

Lanjut Ishak menambahkan, generasi penerus harus mencintai pencak silat yang menjadi warisan budaya leluhur Indonesia sehingga pencak silat tidak dikuasai budaya luar, melalui HIPSI diharapkan dapat memberikan contoh yang baik terkait kegiatan yang teratur dan disiplin membentuk organisasi yang profesional, ditambah lagi program-program yang telah dicetuskan dapat menjadikan HIPSI semakin terdepan.

“Nah dari tapak tilas ini kelihata pencak silat di Sumsel banyak pengikutnya,” tutup Ishak

Turut hadir dalam kesempatan ini Ketua IPSI Kota Palembang M. Wiratama Yudha. ST, Ketua Harian IPSI provinsi Sumsel H.M. Al Fajri Zabidi. MM.MPDI, Para guru besar, para pendekar dan para sesepuh, serta peserta napak tilas HIPSI Palembang.

Editor: Janu

Senin, 20 Maret 2017

Petarung dari 30 Perguruan Silat Siap Duel di Porprov

Suasana Napak Tilas 30 Perguruan Silat yang dilaksanakan di halaman kompleks Ilir Barat Permai Palembang.

Palembang, Sumselupdate.com – Multi event olahraga bergengsi bakal digelar November mendatang di Jakabaring Sport City (JSC). Seluruh cabang olahraga tak ingin ketinggalan dalam ajang penyaringan prestasi atlet di 17 kabupaten/kota di Sumsel itu.

Tak ingin ketinggalan, cabang olahraga bela diri silat juga tengah bersiap diri dalam mempersiapkan petarung dari semua perguruan silat dengan melakukan napak tilas dari 30 perguruan silat di Sumsel.

Ketua IPSI Sumsel H Ishak Mekki, membuka langsung acara Napak Tilas dan Rapat Kerja III Himpunan Pencak Silat Indonesia Kota Palembang 3017, di Komplek Ilir Barat Permai, Minggu (19/3/2017).

Acara yang diikuti 30 perguruan se-kota Palembang, mulai dari perguruan Dikapasita, Bintang Selatan, Tunas Harapan, Macan Putih, Tegal Kunir Sakti, Garuda Mas Sakti dan lain-lain terasa meriah dengan parade pertunjukan seni dari para pendekar cilik.

“Bangga dengan seni budaya silat kita. Ini warisan budaya yang wajib terus kita kembangkan terus-menerus,” sapa Ishak Mekki.

Karena itu, lanjut wakil gubernur Sumsel ini, program kerja IPSI Palembang juga harus di kedepankan. Program jadi penting, untuk menunjang setiap kegiatan-kegiatan IPSI, untuk terus meningkatkan kualitas para pesilat di Palembang.

“Ini juga jadi bagian sosialisasi kita, untuk membersarkan IPSI kedepan. Agar pencak silat kita terus jadi andalan, tidak hanya di palembang tetapi di Indonesia. Baik diajang Nasional ataupun Internasional,” sambungnya.

Sementara Itu, Ketua IPSI Kota Palembang M. Wiratama Yudha mengatakan tujuan digelar rapat kerja adalah untuk mengevaluasi keseluruhan dari masing-masing cabang perguruan silat di setiap perguruan yang ada di Kota Palembang.

“Ini untuk memberikan laporan hasil kerja mereka selama ini di dalam perguruan masing-masing, apakah mereka bekerja sesuai dengan yang telah ditetapkan di setiap perguruan masing-masing,” jelasnya.

Yudha juga mengatakan, sejauh ini IPSI Kota Palembang sudah membentuk program-program kegiatan dalam periode satu tahun kedepan. Salah satunya yang paling ditekankan, yakni persiapan para atlet silat untuk menyongsong Porprov 2017, November nanti.

“Kita ingin mempertahakan prestasi mendali, di Porpov sebelumnya yang meraih 8 mendali. Bahkan harus kita tingkatkan lagi, hingga bisa menjadi juara umum nanti,” ujar Yudha.

Sebagai persiapan, rencananya IPSI Kota Palembang akan menggelar, seleksi atlet dari beberapa ranting. Lalu melakukan Training Center (TC) berjalan.

“Dari segi kepelatihan, kita juga rencananya akan melakukan pelatihan wasit dan Juri. Kita juga ada wacana dalam waktu dekat untuk mengelar IPSI Cup bulan Juli ini. Sekaligus untuk, menambah jam terbang tanding anak-anak kita,” ujarnya.

Di sisi lain, sebelum menyelenggaran rapat kerja, kegiatan tapak tilas pencak silat yang akan diikuti semua perguruan silat yang ada di Kota Palembang begitu meriah. “Tujuannya adalah agar mereka lebih kompak lagi dan saling bertemu serta saling bertukar pikiran untuk memajukan pencak silat,” tandasnya. (sbw)

Sabtu, 18 Maret 2017

10 Ribu Pendekar Akan Berkumpul Pada Pelantikan Pencak Silat NU Pagar Nusa Sumsel

10 Ribu Pendekar Akan Berkumpul Pada Pelantikan Pencak Silat NU Pagar Nusa Sumsel
Ketua Pencak Silat Pagar Nusa Sumatera Selatan, Emi Sumirta (tengah), saat memimpin rapat pelantikan. 
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pengurus Pencak Silat Nahdatul Ulama Pagar Nusa Sumsel dalam waktu dekat akan mengumpulkan 10 ribu pendekar pada pelantikan dan sekaligus apel akbar.

Hal ini terungkap pada pertemuan perdana pengurus Pencak Silat NU Pagar Nusa, Senin (13/3/2017) di Kantor Badan Diklat Kemenag, Jalan Demang Lebar Daun, Palembang.

Ketua Pencak Silat Pagar Nusa Sumatera Selatan, Emi Sumirta mengatakan, olahraga bela diri pencak silat merupakan tradisi para santri di lingkungan pesantren, sebagai kekuatan untuk menjaga NKRI.

Hal ini ditandai dengan hilangnya peran pesantren sebagai Padepokan Pencak Silat. Sejak jaman walisongo kyai-kyai pesantren adalah juga pendekar yang mengajarkan ilmu pencak silat dipesantrennya masing-masing. Namun seiring waktu, kenyataan tersebut mulai hilang. Untuk melestarikan hal tersebut, pihaknya sudah menyiapkan beberapa program dan kegiatan untuk melestarikan keterampilan bela diri.

Menandai program, nantinya pihaknya akan mengundang para pendekar yang ada di kabupaten atau kota di Sumsel. Untuk saat ini sekitar 10 ribu pendekar akan berkumpul.

"Kita sebagai organisasi Islam terbesar sudah selayaknya mempertahankan tradisi leluhur ini," katanya.

Padahal menurut dia, Pencak Silat NU Pagar Nusa sudah sering mengikuti berbagai kejuaraan. Dari setiap perlombaan yang diikuti kerap kali mendapatkan mendali emas.

"Kita sedang menyusun program kerja setelah pengurus terbentuk. Kejuaraan tetap menjadi fokus kita, selain itu juga tentunya mengembangkan sayap organisasi ini," katanya.

Selain itu, pihaknya juga siap menyukseskan Asian games 2018 dengan menurunkan beberapa pendekar untuk menjadi penerjemah para atlet, terutama bahasa Arab.

"Selain kita jago pencak, atlet kita juga pandai berbahasa Arab," katanya.

Sabtu, 04 Februari 2017

Siwar Sumatera Selatan

Siwar foto : http://bintangyangpalingterang.blogspot.co.id/
Sumatera Selatan adalah salah satu provinsi yang ada di Indonesia. Di daerah ini terdapat suatu senjata tradisional yang disebut sebagai siwar. Siwar atau sering juga disebut tumbak lado adalah suatu artefak yang berupa senjata tusuk genggam yang bentuknya menyerupai golok panjang dengan tajaman di salah satu sisi bilahnya. Senjata ini mempunyai kedudukan yang penting bagi seseorang, sehingga fungsinya tidak hanya sebagai alat untuk mempertahankan diri, melainkan juga sebagai benda keramat yang memiliki unsur kimpalan mekam atau kimpalan sawah1 (mempunyai kekuatan magis).

Struktur Siwar
Siwar adalah senjata yang bahan bakunya terbuat dari besi yang proses pengerjaannya umumnya dibuat oleh pandai besi di pedapuran tempat membuat alat-alat dari besi. Pada umumnya siwar berukuran antara 15-30 cm (skin rambai ayam) dengan lebar badan hingga ke matanya antara 1½-2 cm. Sedangkan, sarung dan gagang siwar terbuat dari kayu yang keras tetapi ringan agar dapat dibawa atau digunakan dengan mudah. Gagang siwar yang biasanya berornamen bunga atau tumbuhan bentuknya mirip dengan senjata reuncong namun membesar di bagian ujungnya.

Nilai Budaya
Skin sebagai hasil budaya anak negeri, jika dicermati secara seksama, di dalamnya mengandung nilai-nilai yang pada gilirannya dapat dijadikan sebagai acuan dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat pendukungnya. Nilai-nilai itu antara lain: keindahan (seni), ketekunan, ketelitian, dan kesabaran. Nilai keindahan tercermin dari bentuk skin yang dibuat sedemikian rupa, sehingga memancarkan keindahan. Sedangkan, nilai ketekunan, ketelitian, dan kesabaran tercermin dari proses pembuatannya yang memerlukan ketekunan, ketelitian, dan kesabaran. Tanpa nilai-nilai tersebut tidak mungkin akan terwujud sebuah skin atau rambai ayam yang indah dan sarat makna. (pepeng)
________
1. Kimpalan Mekam dan Kimpalan Sawah adalah desa-desa para pandai besi pembuat siwar yang letaknya di daerah Kabupaten Lahat. Namun sayang, di kedua daerah itu tidak terdapat tanda-tanda adanya tempat pembuatan senjata tajam. Bahkan, Desa Mekam pun saat ini sudah tidak ada lagi.

Sumber:
Indones, Noor, dkk,. 1992. Senjata Tradisional Daerah Sumatera Selatan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

di salin dari : http://uun-halimah.blogspot.co.id/

Jumat, 03 Februari 2017

Filosofi Kehidupan Dalam Ilmu Silat

Pesilat Minangkabau sumber : Tropenmuseum
Dalam ilmu bela diri, tersebar sebuah rahasia umum yang diketahui oleh khalayak ramai, bahwa guru bela diri tidak mengajarkan semua ilmunya pada sang murid. Misalnya, sang Guru memiliki 10 ilmu, maka yang diajarkan kepada murid hanya 9 dari 10 ilmunya. Setiap orang beranggapan bahwa, apabila guru memberikan semua ilmunya pada sang murid, apabila suatu saat sang murid balik melawan Guru, tentu saja guru akan kalah. Namun, apabila guru hanya memberikan 9 ilmu pada muridnya, maka ketika sang murid balik melawan guru, guru masih bisa menang dengan satu ilmu rahasia yang tersisa.


Semua orang beranggapan bahwa dalam ilmu bela diri inilah yang terjadi. Dapat dibayangkan bahwa apabila nantinya, murid yang mengusai 9 ilmu menjadi guru, dan selanjutnya Ia hanya akan mengajarkan 8 dari ilmu yang dimiliki, dan akan terus berlanjut seperti itu, sampai murid selanjutnya hanya mendapatkan sebagian saja dari ilmu silat yang sebenarnya. Ibarat ekor tikus, di bagian pangkalnya besar, namun semakin ke ujung akan semakin mengecil.

Awalnya, saya sependapat dengan anggapan ini, karena semua orang ingin menjadi yang terbaik dan nomor satu. Begitu juga bagi guru, tentu saja Ia tidak ingin ilmunya dikalahkan oleh muridnya sendiri. seperti halnya kasus ketika sang murid berbalik menantang sang guru, tentu saja guru harus mempunyai senjata rahasia atau ilmu pamungkas terakhir, karena walaupun guru sangat mengagumi muridnya, bisa saja sang murid berpendapat lain terhadap gurunya, siapa yang bisa mengerti kedalaman hati dan pikiran seseorang.

Namun, semua anggapan itu ternyata tidak seburuk yang kita pikirkan. Mungkin awalnya kita akan berpikiran negatif kepada sang guru, kenapa begitu pelit terhadap ilmunya, bukankah ilmu itu semakin diamalkan dan diajarkan, maka juga akan semakin bertambah. sebenarnya guru silat, tidak hanya mengajarkan ilmu silat saja kepada sang murid, tapi juga mengjarkan ilmu tentang kehidupan.

Lebih jelasnya, Guru silat tidak hanya mengajarkan langkah-langkah, atau jurus-jurus saja, tapi di dalamnya guru silat juga mengajarkan tentang kehidupan kepada sang murid. Apabila guru silat hanya memberikan semua ilmunya kepada sang murid, tentu hasilnya sang murid hanya akan menerima dari sang guru, maka dihasilkan pendekar-pendekar yang manja yang hanya menerima tanpa ada usaha untuk berkreasi. Dengan memberikan ilmunya sebagian kepada murid, maka sang guru mengajarkan kepada murid bahwa silahkan berkreasi dengan ilmu yang dimiliki, maka dihasilkan pendekar-pendekar yang kreatif. Atau dengan ilmu yang sebagian dari sang guru, maka sang murid akan mencari ilmu yang lain sehingga ilmu yang dimilikinya pun menjadi sempurna.

Jika kita refleksikan ke dalam kehidupan saat sekarang ini, sangat jelas terlihat, generasi yang manja dan hanya menerima saja, maka generasi itu tidak akan bertahan lama. Generasi yang dibutuhkan pada era ini adalah generasi yang kreatif dan inovatif. Generasi yang tidak manja dan bisa hidup mandiri. Generasi yang mau untuk terus belajar dan berkreasi, walaupun guru hanya memberikan ilmunya sebagian, bukan berarti peluang untuk mendapatkan ilmu tersebut akan tertutup, masih banyak lagi sumber ilmu yang bisa didapatkan.

Alam takambang jadi guru, sebuah pepatah minang, berarti bahwa kita harus bersikap dinamis dan selalu belajar dari alam. Seperti ilmu silat yang pada awalnya merupakan ilmu bela diri yang terinspirasi dari alam, gerakan harimau, tingkah kera, liukan ular dan sebagainya. Seorang pesilat atu pendekar yang kreatif tidak hanya menerima dari gurunya saja, namun juga belajar dari sumber-sumber yang lain, gurunya hanya menunjukkan jalan atau cara untuk menjadi seorang pendekar. Begitu juga hendaknya kita dalam kehidupan saat ini, jangan hanya manjadi cangkir yang selalu menerima dari cerek, tapi kita juga harus “manakiak nan kareh, manjampuik nan jauah” (artinya; menusuk di tempat yang keras dan menjemput di tempat yang jauh), maksudnya adalah supaya kita belajar dengan rajin dan sungguh-sungguh walaupun itu terasa sangat berat.

Pepatah lainnya “ka lauik riak maampeh, ka pulau riak mamutuih, kalau mangauik iyo bana kameh, kalau mancancang iyo bana putuih” (artinya; kalau pergi ke laut riak yang menghempas, kalau pergi ke pulau riak yang memisahkan, kalau mengumpulkan sesuatu jangan ada yang tersisa dan kalau memotong sesuatu harus sampai putus), maksudnya adalah dalam menuntut ilmu atau melakukan sesuatu janganlah setengah-setengah, harus tuntas. Sehingga apa yang dikerjakan atau dipelajari dapat terselesaikan dengan baik.

Ilmu silat yang direfleksikan dalam kehidupan, mengajarkan kita tentang bersungguh-sungguh, jangan setengah-setengah, harus tuntas dalam melakukan setiap pekerjaan. Jangan hanya menerima saja, namun kita harus berusaha dan berkreasi, sehingga setiap kita menjadi lebih baik lagi.

Mari bersama belajar dan berjuang untuk masa depan yang lebih baik!

Sumber tulisan : https://theknightman.wordpress.com/
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...