CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

Jumat, 19 Mei 2017

Tradisi Kecer

Kecer/ Tutu/kucur/ Peureuh artinya di tetesi dengan air menggunakan media daun sirih yang di celupkan di dalam air, kecer umumnya menggunakan daun sirih tetapi ada juga yang menggunakan cabe, ujung belati tajam dan jeruk nipis.

Dalam tradisi aslinya kecer adalah tradisi yang di lakukan untuk penerimaan siswa baru dari perguruan silat,  dan tradisi kecer ini hampir tidak di temukan pada aliran silat lain seperti di sumatera barat dan daerah lainnya.

Pada saat ini banyak perguruan silat yang menggunakan tradisi kecer ini sebagai penerimaan siswa baru, dan jika di runut silsilah keilmuannya masih menjurus ke aliran Cimande bumi pasundan.

Kecer Sumber : http://customink.com/
Tradisi kecer ini  berasal dari silat aliran Cimande jawa barat dimana setiap calon anak muridnya melalui prosesi ijab kabul patalek, doktrin ini kemudian berfungsi sebagai sandi tata-krama, tata-dharma (kode etik), serta falsafah hidup yg harus dipegang teguh dan setia terhadap talek tersebut.

Prosesi ijab kabul patalekan ini dirangkaikan dengan ritual keceran. Secara harfiah Kecer atau Peureuh berarti meneteskan obat ke dalam mata, sedangkan yang dimaksud dengan keceran adalah meneteskan “Air Kecer” ke dalam mata calon anak murid oleh Sang Guru yang menjadi simbol: komitmen anak murid untuk tetap setia memegang teguh nilai-nilai yang terkandung dalam Talek Cimande, dimulainya ikatan batin antara Guru dan Murid, serta menjadi tanda sah dan diakuinya seseorang secara adat sebagai anak murid Cimande.

Berdasarkan amanat para sesepuh, prosesi sebaiknya dilakukan di awal (sebelum proses berlatih). bahkan ada sebuah pepatah populer di dalam komunitas Cimande, yg berbunyi, “ngagugulung buang kelid bari teu ditalek sarua jeung ngagugulung bangke.” (menggeluti penca Cimande tanpa melalui patalekan ibarat orang yg berkutat dg bangkai. “jasad tanpa ruh di dalamnya”)

Pada aliran silat betawi , kecer ada yang mengguanakan cabe, belati tajam dan jeruk nipis yang di belah menjadi 2 dan di kecer/ dikucurkan di mata.  Tutu mata (jika kita mengutip istilah perguruan silat Cingkrik Rawa belong), atau dalam bahasa lain disebut juga kecer adalah meneteskan mata para murid (juga berlaku untuk semua hadirin) dengan cairan yang diramu khusus oleh Guru Besar silat. Tujuannya untuk membersihkan kotoran pada mata dan menghilangkan penyakit. Makna filosofis lainnya adalah adanya kewajiban untuk selalu membersihkan diri lahir dan batin

Apa Fungsi Dari Kecer

Secara filosofi bahwa kecer sebagai perlambang untuk membersihkan lahir dan batin agar murid baru dari perguruan silat tersebut dapat melihat dengan mata dan hati yang terbuka juga atas ilmu yang di pelajarinya.
Tetapi secara jasmani bahwa kecer itu seperti kita melakukan gurah mata, seperti orang pada zaman dahulu sering membersihkan mata menggunakan air sirih, tidak ubahnya seperti itu kecer juga di lakukan biar penglihatan lebih terang dan mata lebih jernih, Dan kecer ini juga di percaya dapat melihat kilatan ujung pisau atau golok pada saat melakukan permainan atau tarung dengan menggunakan senjata.

Sumber : 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...