CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

Sabtu, 20 Januari 2018

Info Tempat & Jadwal Latihan Pencak Silat di Palembang dan Sekitarnya Update 2018

 Nama Perguruan

Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT)

 Sekrtariat :

Jl. Purwosari II No. 024-025 RT.049 RW.010 Kel. Bukit Sangkal Kec. Kalidoni Palembang


Tempat Latihan :
SMP 52 Talang Kelapa, SMP 64 Sukarami, Panca usaha dan beberapa tempat lainnya

Jadwal latihan :
pagi Minggu/sore dan pada malam-malam yang telah di tentukan jadwalnya

Contac person :
Daryono/Panca Suoro - 08127101964


Perguruan Seni Bela Diri Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TS)

Sekrtariat :

Kampus Universitas Muhammadiyah Palembang Jl. A Yani Plaju Palembang


Tempat Latihan :
Di lembaga pendidikan Muhammadiyah di Palembang, Man 3 & IAIN Raden Fatah Km 3.5, MTS 1 dan beberapa tempat lainnya.

Jadwal latihan :
pagi Minggu/sore dan pada malam-malam yang telah di tentukan jadwalnya.

Website: http://tapaksucipalembang.blogspot.co.id/

Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri (PD)

 Cabang Palembang :

Halaman kantor satpam Pintu Gerbang I PT Pusri, Jl. Mayor Zen, Palembang

Tempat latihan lainnya :
Pertamina UP III, Poltekes Gigi, CV Raihan, Polres Palembang, SMKN 3 , SMP YKPP 1, SMPN 30, SMPN 16 Palembang beberapa tempat lainnya.

Jadwal latihan :

Minggu 07.30 & dan pada hari/-malam yang telah di tentukan jadwalnya

Contac person :

Sugeng Hariadi  - +62 813 73483618


Perguruan Silat Tunas Harapan

 Tempat latihan :
Masjid Baitul Karim Prumnas Tlg Kelapa Blok VII Tlg kelapa, Sekolah Farmasi Sekip Bendung.

Jadwal latihan :
Latihan Minggu Pagi 08:00-10:00

Contac person :
Bpk. Alimuddin -  0852-67922765

Perguruan Pencak Silat Naga Mas

 Sekretariat :
Jl Sayangan Lr Ketandan 17 Ilir Depan Pasar Buah Temenggung Palembang., SMAN 15

Tempat Latihan lainnya :
SMAN 15 dan beberapa tempat lainya

Contac person :
Bapak AK Zailani - 0852-67081869


Perguruan Silat Dikapasita

 Sekretariat & Tempat latihan :
Jl. KH A Wahid Hasyim Lr. Terusan 1 RT:41 RW:11 No.1655/1666 5 Ulu darat Kertapati Palembang 30254

Tempat Latihan lainnya :

SMP NU Plaju

Jadwal latihan :
Malam selasa, malam minggu dan minggu pagi


Contac person : Bpk Slamet - 0813-67618755


Perguruan Silat Lebah Sakti

 Sekretariat :
Jln Sosial KM 5

Tempat latihan lainnya :
Bukit Sangkal depan perumahan PLN, SMPN 22 , Jl Pembangunan Pakjo, KM 8 Samping Trakindo, MTS 2 Pakjo , Univ PGRI Palembang, Bangka dan beberapa tempat lainnya.

Jadwal latihan :
Latihan Minggu Pagi 08:00-10:00


Kamis, 18 Januari 2018

Golok Betawi

"Golok bukan hanya digunakan oleh masyarakat Betawi, namun sudah menjadi senjata tradisonal nasional"
Golok seperti yang kita kenal memiliki panjang mulai dari 25cm hingga 50cm. Bilahnya dibuat dari besi dan kini sudah mulai banyak yang dibuat dari Stainless steel. Gagangnya kebanyakan dibuat dari kayu yang mudah ditemui oleh masyarakat disekitarnya seperti jati, mahoni atau bahkan akasia. Selain itu gagangnya adapula yang dibuat dari tanduk kerbau. Sedangkan sarungnya dibuat dari kayu yang serupa dengan gagangnya, namun jika gagangnya tanduk sarungnya tetap kayu dengan pengikat yang dibuat dari karet, tali atau kawat. Salah satu keunikan dari golok terlihat pada gagangnya yang melengkung seperti bonggol, sebagian mengatakan hal tersebut berfungsi agar dalam penggunaan golok tidak mudah lepas dari genggaman.
Berikut ini beberapa jenis Golok Betawi yang dirangkum dari beberapa sumber di Internet yaitu:
 Golok Simpenan atau Sorenan. Golok yang sering dibawa oleh para Jawara Betawi untuk berjaga-jaga dan bela diri dan diletakkan dipinggang. Pada tahun 1970 pemerintah daerah Jakarta tidak lagi memberikan izin Golok dibawa-bawa seperti kebiasaan Jawara Betawi zaman dahulu.
 Golok Bilah Kembang Kacangan. Golok ini biasanya digunakan untuk membacok dan ujungnya lebih landai.
Golok Salam Nunggal. Ujung dari golok ini lebih runcing karna dapat difungsikan pula untuk menusuk.
Golok Sejengkal Tiga Jari dengan panjang hingga 28cm digunakan oleh para Jawara untuk menoreh atau memotong.
Golok Seliwa yang berukuran sama dengan Golok Sejengkal Tiga Jari merupakan salah satu jenis Golok yang sering digunakan oleh perguruan silat Betawi.
Golok Sulangkar yang bilahnya memiliki Pamor seperti pada Bilah Keris, pamor pada Golok dikenal dengan istilah Wafak.

Golok Gobang dikenal dengan besi bercampuran tembaga untuk bilahnya yang berukuran hingga 30cm dan lebar bilah hingga 7cm. Golok ini serupa dengan Golok yang ada di Jawa Barat yang disebut dengan Golok Candung. Masyarakat Betawi Tengah menyebut Golok ini sebagai Golok Gagang Jantuk.

Golok Ujung Turun. Golok ini memiliki ujung yang lancip dengan total panjang hingga 40cm dengan Pamor aau Wafak untuk Bilahnya. Dengan lebar hingga 6cm Golok ini gagangnya dihiasi pula dengan ukiran binatang yang dibuat dengan material seperti tanduk.

Golok Betok atau Badik-badik. Golok ini pada dasarnya merupakan Golok pendamping dan berukuran lebih kecil dibandingkan Golok pada umumnya, dapat digunakan untuk mempertajam Golok utama atau pertahanan terakhir saat tidak ada senjata yang lain.

Sejarah mencatatat Golok sudah dikenal di Indonesia khususnya dalam kebudayaan Melayu sejak zaman Hang Tuah, seorang pahlawan dari Riau pada tahun 1700an.
Pada tahun 1950an Golok menjadi inspirasi untuk membuat parang bagi British Army yang di design oleh knife maker Martindale.

https://asyraafahmadi.com - Asyraaf & Hadian


Selasa, 16 Januari 2018

Persaudaraan Bela Diri Pencak Silat Cakra Jaya


Persaudaraan bela diri pencak silat Cakra Jaya merupakan salah satu perguruan yang berdomisili di Prabumulih ini berdiri di bawah yayasan cakra jaya dengan pembina/senior Amirudin Amd, di mana visi dan misi dari perguruan ini adalah  :
" Membangun Manusia dengan Karakter pribadi yang Cerdas"

Misi
" Menjadikan Pencak Silat Sebagai Olah Raga Masyarakat "

Yang : 
Modern
Beragama
Berimtaq
Cerdas

Gerak dan Motivasi juang " Cakra Jaya "

salah satu atraksi dari murid-murid pencak silat cakra jaya

Gerak dan motivasi juang "Cakra Jaya" adalah kerangka perjuangan dalam mengamalkan ilmu yang amaliah dan ilmiah untuk tujuan hidup sesuai yang terkandung dalam anggaran dasar / Art perguruan cakra jaya dan pancasila sebagai dasar negara hukum 

Motivasi juang " Cakra Jaya " adalah "budi luhur wicak sana' yang berarti berjiwa mulia dan tegas  serta bijaksana dalam setiap tindakan.



Untuk bergabung dengan perguruan ini dapat menghubungi :

website       : www.silat-cakrajaya.com
e-mail          : cakramandala13@yahoo.co.id
Sekretariat : Jl.Klenteng No.56.C Rt.03 Rw.03 Kelurahan Tugu Kecil Kecamatan  Prabumulih Timur Provinsi Sumatera Selatan Indonesia
Hp. 0812 7358756 / 085769617563

Sumber foto dan tulisan : http://www.silat-cakrajaya.com

Pertandingan Cakra jaya vs PSHT tingkat kota prabumulih

Sumber : Youtube


Sabtu, 13 Januari 2018

Pencak Silat Pualam Putih

Guru dan murid pencak silat pualam sakti MAN 1 Palembang sumber : FB Maruyah Ama Mar
Aanggota Pencak Silat Pualam Putih yang saat ini menjadi Perguruan Pencak Silat Elang Sakti., apakah ada tau tentang sejara pencak silat ini ...???

Rabu, 10 Januari 2018

Kuntau Sammaniyah


Pencak Silat / Kuntau Palembang yang di dirikan oleh Ustad Kemas Andi Syarifudin yang sekaligus merupakan pengasuh majelis ratib samman yang rutin di laksanakan pada setiap malam Rabu di masjid Agung SMB II Palembang.

Ustad Kemas Andi Syarifudin sudah di kenal memiliki kemampuan ilmu agama dan pencak silat di mana pada postingan sebelumnya beliau memaparkan tentang sanad pencak silat yang beliau pelajari ( baca : Sanad Pencak Palembang ), dan dari akun FB beliau pula banyak admin banyak mendapatkan informasi seputar sejarah pencak, senjata dan lain sebagainya.

Adapun tempat latihan di halaman masjid Agung SMB II Palembang


==================================================================

Pencak Kraton Palembang: Alat Perjuangan Melawan Belanda, Redup dan Bangkit Akibat Politik Etis


Palembang, BP–SENI beladiri Pencak Kraton Palembang memiliki sejarah dan perkembangan yang panjang. Dalam perjalanannya Pencak Keraton Palembang menjadi alat perjuangan untuk melawan kolonial Belanda oleh para penjuang dari Kesultanan Palembang Darussalam. Namun setelah Kesultanan Palembang dihapuskan oleh pemerintah Kolonial Belanda.

Setelah itu kejayaan Pencak Kraton Palembang menjadi redup dan sempat dilarang diperagakan di muka umum oleh pemerintah Kolonial Belanda yang saat itu menguasai Palembang. Kejayaan Pencak Kraton Palembang kembali bangkit setelah Belanda menerapkan politik etis atau politik balas budi. Sayang hingga kini perkembangan Pencak Kraton belum signifikan dan hanya sebagai simbol budaya di kota Palembang yang dimunculkan di acara-acara tertentu saja.

Dalam catatan sejarah Politik etis atau politik balas budi adalah suatu pemikiran yang menyatakan bahwa pemerintah kolonial memegang tanggung jawab moral bagi kesejahteraan pribumi. Pemikiran ini merupakan kritik terhadap politik tanam paksa.

Kegiatan di Masjid Ki Merogan
Kraton Palembang tempo dulu

Munculnya kaum etis yang dipelopori oleh Pieter Brooshooft (wartawan Koran De Locomotief) dan C.Th. van Deventer (politikus) ternyata membuka mata pemerintah kolonial untuk lebih memperhatikan nasib para pribumi Dalam yang terbelakang.
Pada 17 September 1901, Ratu Wilhelmina yang baru naik tahta menegaskan dalam pidato pembukaan Parlemen Belanda, bahwa pemerintah Belanda mempunyai panggilan moral dan hutang budi (een eerschuld) terhadap bangsa pribumi di Hindia Belanda. Ratu Wilhelmina menuangkan panggilan moral tersebut ke dalam kebijakan politik etis, yang terangkum dalam program Trias Van deventer yang meliputi:

1. Irigasi (pengairan), membangun dan memperbaiki pengairan-pengairan dan bendungan untuk keperluan pertanian.
2. Emigrasi yakni mengajak penduduk untuk bertransmigrasi.
3. Edukasi yakni memperluas dalam bidang pengajaran dan pendidikan.

Banyak pihak menghubungkan kebijakan baru politik Belanda ini dengan pemikiran dan tulisan-tulisan Van Deventer yang diterbitkan beberapa waktu sebelumnya, sehingga Van Deventer kemudian dikenal sebagai pencetus politik etis ini.

Kebijakan pertama dan kedua disalahgunakan oleh Pemerintah Belanda dengan membangun irigasi untuk perkebunan-perkebunan Belanda dan emigrasi dilakukan dengan memindahkan penduduk ke daerah perkebunan Belanda untuk dijadikan pekerja rodi. Hanya pendidikan yang berarti bagi bangsa Indonesia.

Pengaruh politik etis dalam bidang pengajaran dan pendidikan sangat berperan dalam pengembangan dan perluasan dunia pendidikan dan pengajaran di Hindia Belanda. Salah seorang dari kelompok etis yang sangat berjasa dalam bidang ini adalah Mr. J.H. Abendanon (1852-1925), seorang Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan selama lima tahun (1900-1905). Sejak tahun 1900 inilah berdiri sekolah-sekolah, baik untuk kaum priyayi maupun rakyat biasa yang hampir merata di daerah-daerah.

Sementara itu, dalam masyarakat telah terjadi semacam pertukaran mental antara orang-orang Belanda dan orang-orang pribumi. Kalangan pendukung politik etis merasa prihatin terhadap pribumi yang mendapatkan diskriminasi sosial-budaya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, mereka berusaha menyadarkan kaum pribumi agar melepaskan diri dari belenggu feodal dan mengembangkan diri menurut model Barat, yang mencakup proses emansipasi dan menuntut pendidikan ke arah swadaya termasuk kebebasan untuk menampilkan seni bela diri Pencak Kraton Palembang dimuka umum.
Pencak Silat merupakan salah satu warisan budaya asli dari nenek moyang kita, setiap daerah di tanah air sudah barang tentu memiliki beragam seni beladiri tradisional ini. Termasuk di Palembang, baik sejak zaman Kedatuan Sriwijaya hingga Kesultanan Palembang Darussalam.

Secara umum pencak silat sendiri merupakan sejumlah gerak gerik dan langkah budaya dengan gaya yang indah dan harmonis yang bertujuan sebagai pembelaan diri dan disertai dengan penyerangan pada lawan.

Sifatnya adalah secara ksatria menjaga kehormatan diri, keadilan dan kebenaran, sebagaimana yang dianjurkan oleh Rasul Saw. Sejatinya ilmu pencak silat ini perlu sekali dipelajari oleh kaum wanita dan pria. Pada intinya, pencak silat ini didalamnya mencakup 4 aspek, yaitu: olahraga, seni, beladiri, dan kerohanian atau pembinaan mental spiritual.

Di Palembang terdapat dua aliran besar pencak silat, yaitu Pencak Keraton dan Kuntau. Pencak Keraton adalah pencak asli Keraton Kesultanan Palembang Darussalam yang hanya khusus dapat dipelajari oleh kalangan bangsawan Palembang.

Sedangkan Kuntau boleh untuk umum, dipelajari oleh siapa saja, yg merupakan seni beladiri warisan masa lampau.


Ustad Kemas Andi Syarifudin dan para Murid
Dalam perkembangannya Kuntau mendapat pula pengaruh dari asing, terutama dari Cina (Kuntau = ilmu pukulan) malahan Kuntau sudah ada sejak zaman Kerajaan Sriwijaya.
Pada zaman Kesultanan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin mempunyai satu kebiasaan, yaitu menyelenggarakan perlombaan antar pemuda pemudi dari anggota keluarga beliau maupun kalangan masyarakat umum dalam berbagai bidang ketangkasan dan kecakapan.

Diantaranya adalah perlombaan ketangkasan dalam cabang-cabang kesenian, termasuk pencak silat, seni ukir, bidar, dan ketangkasan senjata lainnya. Sultan sangatlah kagum didalam kompetisi tersebut, karena itu Sultan berkenan memberikan hadiah kepada sang jawara yang berhasil dalam perlombaan tersebut gelar menurut kedudukan mereka dalam masyarakat, seperti gelar Tumenggung dan seterusnya sampai Pangeran, disertai bingkisan-bingkisan yg menarik.

Adapun para Guru Besar Pencak Silat di zaman Kesultanan Palembang adalah antara lain Pangeran Ratu Purbaya Abubakar bin Sultan Muhammad Mansur, Pangeran Mangkubumi Nembing Kapal, Puteri Ratu Emas Tumenggung Bagus Kuning Pangluku, Ki Demang Kecek, Syekh Abdus Somad al-Palembani, Panglima Laskar Jihad dengan Zikir Ratib Sammannya.

Dimasa kolonial, Pencak Keraton Palembang bernaung dalam wadah organisasi “Priyai Fonds” dan “Persatuan Priayi Palembang” dengan guru besarnya R. Abdul Hamid Ternate (w.1969).

Untuk senjata, masih mempergunakan peralatan senjata asli tradisional perguruan silat pd masa silam, yaitu Keris, Pedang, Piso Duo, Besi Cabang, Tombak berambu, Cangka Unak, Tombak Cagak, Tembung berantai, Tongkat, Kundur, Tameng, Kepalan Cengkeh, Tembung, Sampang basah, TAT 16 dan Lading.

Menurut salah satu guru Pencak Kraton, Kms H Andi Syarifuddin mengatakan, Pencak Kraton Palembang memang budaya asli dari Palembang sejak zaman Kesultanan Palembang Darussalam, maka Pencak Kraton Palembang ada ciri khas berbeda dengan pencak silat biasa dan kuntaw.

“Sebelum zaman Pangeran Purbawa sudah ada Pencak Kraton Palembang tersebut tapi Pencak Kraton Palembang berkembang pesat zaman Purbawa,Sampai sekarang tari, gerakannya masih asli dan dipertahankan hingga sekarang dan tidak ditambah-tambah , tidak di modifikasi,” kata Andi, Minggu (27/8).

Untuk Pencak Kraton Palembang gerakannya menurut pengamat sejarah kota Palembang ini, memiliki 9 gerakan tangan kosong dan ditambah senjata-sejata seperti pisau dua, pedang , besi cabang, tombak, pisau ada 16 jenis senjata tradisional .
“Pencak Kraton Palembang ini sempat dilarang pemerintah kolonial Palembang dimana jika berkumpul lima orang saja maka Belanda akan langsung tangkap, kebijakan itu terjadi saat keruntuhan Kesultanan Palembang Darussalam,” katanya.

Walaupun demikian, Pencak Kraton tetap di mainakn dan dilestarikan namun tidak secara terang-terangan .

“Setelah awal abad 21 ada gerakan sumpah pemuda dan sebagainya dan Belanda mengubah taktik untuk merangkul kaum pribumi dengan melakukan politik balas budi dimana diberikan kesempatan salah satunya Pencak Keraton Palembang bisa dimainkan di tempat umum,” katanya.

Selain itu Pencak Kraton masuk dalam Priyayi Pond (1929) setelah Sumpah Pemuda tahun 1928. Diakuinya, kalau Pencak Kraton Palembang zaman kesultanan Palembang Darussakan menjadi alat perlawanan kepada pemerintah Belanda termasuk dalam perang Palembang atau perang Menteng itu yang dimotori para suhada yang ahli bela diri terutama Pencak Kraton Palembang.

Kegiatan di BKB

“ Jadi kalau bukan Palembang asli, tidak bisa mempelajari Pencak Kraton Palembang ini, beda dengan Kuntau kalau Kuntau memang untuk seluruh kalangan, kalau Pencak Kraton Palembang harus orang Palembang asli, paling tidak yang bergelar, Raden, Masagus, Kemas, Kiagus yang bisa mempelajarinya, “ ujarnya.
Dia mengakui, kalau perkembangan Pencak Kraton Palembang tidak berkembang pesat karena yang mempelajarinya harus orang Palembang asli.
“Karena seni bela diri Pencak Kraton Palembang ini membawa nama Kraton jadi tidak bisa sembarang orang kecuali dia pencak silat sudah di modifikasi dan di campur boleh diajarkan orang lain dan siapa saja, “ ujarnya.
Karena itu menurutnya, Pencak Kraton Palembang ini itidak diperlombakan walaupun tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) tidak di lombakan di IPSI karena untuk menjaga tradisi yaitu budaya Palembang.
“ Pencak Kraton Palembang muncul saat pertunjukan-pertunjukkan saja seperti menyambut tamu agung,” katanya.# Dudy Oskandar  - http://beritapagi.co.id/

Foto : FB Andi Syarifuddin Kemas

Jumat, 05 Januari 2018

Abbas Akbar Cup 2018

Kejuaraan wilayah internal yang di lakukan oleh perguruan silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah yang memperbutkan piala 'Abbas Akbar" dimana di laksanakan di SD Muhammadiya 6 Balayuda  Palembang pada tanggal 4-7 Januari 2018 dan di ikuti olah cabang dan ranting yang ada di dalam dan luar kota Palembang.

Event ini juga untuk menjaring bibit-bibit pesilat baru dari perguruan silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah ini agar dapar di bina untuk dapat mengikuti even-even besar berikutnya.


Sumber : youtube Fighter Indo Sumsel
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...