CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

Kamis, 18 Januari 2018

Golok Betawi

"Golok bukan hanya digunakan oleh masyarakat Betawi, namun sudah menjadi senjata tradisonal nasional"
Golok seperti yang kita kenal memiliki panjang mulai dari 25cm hingga 50cm. Bilahnya dibuat dari besi dan kini sudah mulai banyak yang dibuat dari Stainless steel. Gagangnya kebanyakan dibuat dari kayu yang mudah ditemui oleh masyarakat disekitarnya seperti jati, mahoni atau bahkan akasia. Selain itu gagangnya adapula yang dibuat dari tanduk kerbau. Sedangkan sarungnya dibuat dari kayu yang serupa dengan gagangnya, namun jika gagangnya tanduk sarungnya tetap kayu dengan pengikat yang dibuat dari karet, tali atau kawat. Salah satu keunikan dari golok terlihat pada gagangnya yang melengkung seperti bonggol, sebagian mengatakan hal tersebut berfungsi agar dalam penggunaan golok tidak mudah lepas dari genggaman.
Berikut ini beberapa jenis Golok Betawi yang dirangkum dari beberapa sumber di Internet yaitu:
 Golok Simpenan atau Sorenan. Golok yang sering dibawa oleh para Jawara Betawi untuk berjaga-jaga dan bela diri dan diletakkan dipinggang. Pada tahun 1970 pemerintah daerah Jakarta tidak lagi memberikan izin Golok dibawa-bawa seperti kebiasaan Jawara Betawi zaman dahulu.
 Golok Bilah Kembang Kacangan. Golok ini biasanya digunakan untuk membacok dan ujungnya lebih landai.
Golok Salam Nunggal. Ujung dari golok ini lebih runcing karna dapat difungsikan pula untuk menusuk.
Golok Sejengkal Tiga Jari dengan panjang hingga 28cm digunakan oleh para Jawara untuk menoreh atau memotong.
Golok Seliwa yang berukuran sama dengan Golok Sejengkal Tiga Jari merupakan salah satu jenis Golok yang sering digunakan oleh perguruan silat Betawi.
Golok Sulangkar yang bilahnya memiliki Pamor seperti pada Bilah Keris, pamor pada Golok dikenal dengan istilah Wafak.

Golok Gobang dikenal dengan besi bercampuran tembaga untuk bilahnya yang berukuran hingga 30cm dan lebar bilah hingga 7cm. Golok ini serupa dengan Golok yang ada di Jawa Barat yang disebut dengan Golok Candung. Masyarakat Betawi Tengah menyebut Golok ini sebagai Golok Gagang Jantuk.

Golok Ujung Turun. Golok ini memiliki ujung yang lancip dengan total panjang hingga 40cm dengan Pamor aau Wafak untuk Bilahnya. Dengan lebar hingga 6cm Golok ini gagangnya dihiasi pula dengan ukiran binatang yang dibuat dengan material seperti tanduk.

Golok Betok atau Badik-badik. Golok ini pada dasarnya merupakan Golok pendamping dan berukuran lebih kecil dibandingkan Golok pada umumnya, dapat digunakan untuk mempertajam Golok utama atau pertahanan terakhir saat tidak ada senjata yang lain.

Sejarah mencatatat Golok sudah dikenal di Indonesia khususnya dalam kebudayaan Melayu sejak zaman Hang Tuah, seorang pahlawan dari Riau pada tahun 1700an.
Pada tahun 1950an Golok menjadi inspirasi untuk membuat parang bagi British Army yang di design oleh knife maker Martindale.

https://asyraafahmadi.com - Asyraaf & Hadian


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...